Inilah Bahaya Terlalu Banyak Duduk di Depan Komputer

inilah-bahaya-terlalu-banyak-duduk-di-depan-komputer_m_116161

Tuntutan pekerjaan membuat seseorang menghabiskan banyak waktu duduk di depan komputer. Namun, sudah banyak yang tahu jika terlalu banyak duduk berakibat pada kesehatan tubuh. Seperti kerusakan mata dan tulang belakang. Namun, selain dua hal di atas, terlalu banyak duduk juga punya dampak kesehatan lain yang cukup serius.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Satu di antara dampak negatif terlalu lama duduk di depan komputer adalah kanker usus. Dokter Rumah Sakit (RS) Adi Husada Undaan Wetan Surabaya dr. Edhy Listiyo, MARS., M.Med., QIA., CMA., MDISCA., Cht menjelaskan, hal ini disebabkan karena tubuh kurang gerak sehingga usus pun tidak bergerak aktif (tidak bisa mencerna dengan baik, Red).  

“Sama halnya dengan orang sakit. Mereka kebanyakan susah BAB/BAK (buang air besar/buang air kecil, Red). Kenapa? Karena tubuhnya tidak banyak bergerak sehingga mengganggu usus,” jelas dr. Edhy. 

Selain itu, lanjut dia, kurang gerak akibat terlalu banyak duduk ini juga dapat menyebabkan serangan jantung hingga terjadinya penggumpalan darah. Radiasi dari komputer juga memiliki dampak negatif pada kesehatan. Seperti penurunan daya ingat, gangguan pada mata, sakit kepala hingga gangguan stroke.

Lalu, apa yang bisa dilakukan agar aktivitas di depan komputer tetap sehat? Dokter (dr) Edhy membagikan beberapa tipsnya. Di antaranya dengan melapisi layar komputer dengan kaca anti radiasi. Manfaatnya jelas, agar sinar radiasi dari komputer dapat terhalang. Opsi lain adalah dengan mengenakan kacamata anti radiasi. 

Selain itu, pastikan posisi duduk benar. Sesuaikan dengan standar kesehatan dan  keselamatan kerja. Di antaranya seperti mengatur posisi tubuh, posisi perangkat, gerakkan badan beberapa menit sekali ketika bekerja, dan sesekali mengalihkan pandangan mata ke luar untuk mengistirahatkan mata. 

“Posisi duduk yang benar ketika menghadap komputer adalah tegak dengan pandangan mata sejajar dengan layar komputer. Pundak dibuat rileks dan pastikan posisi tangan dan kaki nyaman,” paparnya. 

Dokter (dr) Edhy menyarankan, di antara pekerjaan di depan komputer, sebaiknya diselingi dengan olahraga ringan. Olahraga  bisa dilakukan dengan berjalan. Jarak pendek saja. Misalkan ke kantin maupun ke kamar mandi. “Asalkan tubuh tetap bergerak dan memberikan jeda kepada mata agar beristirahat,” ungkap dokter murah senyum itu. 

Tak kalah penting adalah tidur siang. Kembali lagi seperi dr Edhy sampaikan, tidak perlu tidur yang lama. Yang utama adalah kualitasnya, bukan kuantitasnya. 15 sampai 30 menit cukup. Asalkan ketika bangun tubuh kembali fresh. “Ini penting untuk mengistirahatkan otak, sehingga mampu bekerja kembali secara optimal,” pungkasnya. (*/opi)

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda

Sumber : radarsurabaya.jawapos.com