ISO/IEC 17025: Standar Akreditasi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi

ISO 17025

ISO/IEC 17025 pada saat ini merupakan sebuah standar yang sangat populer di kalangan praktisi laboratorium. Penerapan standar ini pada umumnya dihubungkan dengan proses akreditasi yang dilakukan oleh laboratorium untuk berbagai kepentingan. Hal ini tentu saja merupakan sebuah fenomena yang menggembirakan mengingat ISO/IEC 17025 merupakan sebuah standar yang diakui secara internasional dan pengakuan formal kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi melalui akreditasi, digunakan secara luas sebagai persyaratan diterimanya hasil pengujian dan hasil kalibrasi yang diperlukan oleh berbagai pihak di dunia. ISO/IEC 17025 merupakan perpaduan antara persyaratan manajemen dan persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. Laboratorium yang telah menerapkan ISO/IEC 17025 sudah sesuai dengan persyaratan standar ISO 9001. Walaupun demikian, kesesuaian dengan ISO/IEC 17025 bukan berarti kesesuaian...

Read More ›

Bank BNI Raih Sertifikasi ISO 9001

bank BNI raih Sertifikasi ISO 9001

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berhasil memperoleh Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk layanan pemrosesan transaksi Real Time Gross Settlement (RTGS), remitansi dan penerbitan garansi bank dari PT SGS Indonesia selaku lembaga sertifikasi. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI Dadang Setiabudi mengatakan, pihaknya dari tahun ke tahun memang terus meningkatkan standarisasi layanan yang mengacu pada International Organization for Standardization (ISO) ke dalam portofolio korporasi. Sekaligus, cara ini dilakukan untuk menjaga komitmen dan layanan yang bernilai tambah bagi nasabah selaku mitra utama. Dadang menambahkan, lewat pemberian sertifikat tersebut artinya BNI dinilai layak lantaran sudah memenuhi tuntutan tujuh prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang dikenal dengan CLPEIER (Customer focus, Leadership, Proses approach, Engagement of People, Improvement, Evidence Based Decision...

Read More ›

Seperti Apakah ISO 45001 Sebenarnya?

iso 45001

Seperti Apakah ISO 45001 Sebenarnya? ISO 45001 terdiri dari sebelas bagian. Tiga bagian pertama merupakan pengantar standar, ruang lingkup dan acuan normatif, dan tujuh bagian lainnya berisi persyaratan untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Berikut adalah tujuh bagian utamanya: Konteks Organisasi Bagian ini mengharuskan organisasi untuk menentukan konteksnya dalam hal Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, termasuk pihak yang berkepentingan dan kebutuhan serta harapan mereka. Ini juga mendefinisikan persyaratan untuk menentukan ruang lingkup sistem manajemen K3, serta persyaratan sistem manajemen K3 umum. Kepemimpinan Klausul standar ini mengharuskan manajemen puncak untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap sistem manajemen K3, bersama dengan mendefinisikan kebijakan kesehatan & keselamatan kerja. Manajemen puncak juga harus menetapkan pemilik proses dengan peran dan tanggung jawab lain....

Read More ›

Tingkatkan Pelayanan, Patuna Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

Patuna Raih Sertifikasi ISO 90012015

PT Patuna Mekar Jaya, perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah meraih sertifikasi manajemen mutu ISO 9001: 2015. Penyerahan sertifikasi tersebut diberikan langsung oleh auditor Abdul Rahman Nasution dari Partner Certificate Assurance kepada Patuna Travel, Senin (7/1/2019). Ini merupakan sertifikasi terbaru sejak dari tahun 2008 lalu dikeluarkan. Abdul Rahman mengatakan, sertifikasi 9001:2015 merupakan sertifikasi internasional di bidang sistem manajemen mutu. Artinya, Patuna telah sah mendapatkan akreditasi internasional dalam hal manajemen penjaminan mutu jasa yang dihasilkannya. "Sistem manajemen yang dikelola menuju mutu yang lebih baik disuatu perusahaan," ujarnya. Untuk penilaian telah dilakukan di pusat dan dicabang baik dari top manajemen, SOP hingga implementasi data-data ditiap unit yang ada, kemudian dari situ baru disimpulkan apakah bisa mengantongi layak ISO 9001: 2015. Lanjutnya,...

Read More ›

Isu Strategis Implementasi K3 Dalam Menciptakan Budaya Safety

SMK3

Strategis Implementasi K3 Dalam Menciptakan Budaya Safety Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting dilakukan oleh perusahaan. Tidak memandang perusahaan tersebut dalam skala kecil ataupun skala besar. Tidak pula dikhususkan untuk kriteria perusahaan tertentu saja semisal jenis usaha kontraktor, proyek, pertambangan, perminyakan, ataupun manufaktur. Penerapan K3 wajib diterapkan di seluruh jenis usaha dengan dasar aktivitas yang melibatkan interaksi pekerja dengan alat-alat kerja dan atau interaksi dengan lingkungan sekitar yang dapat berpotensi menimbulkan resiko kerja (incident dan accident) terutama menimbulkan bahaya keselamatan dan kesehatan karyawan termasuk kecelakaan kerja. Dasar aturan tentang K3 pun sudah dituangkan dalam UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Pentingnya penerapan K3 di tempat kerja ini mungkin belum dipahami dengan baik di Indonesia....

Read More ›

LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3

SMK3

Langkah-Langkah Penerapan Sistem Manajemen K3 Langkah 1 Menyatakan Komitmen Pernyataan komintmen dan penetapan kebijakan untuk menerapan sebuah Sistem Manajemen K3 dalam organisasi/perusahaan harus dilakukan oleh manajemen puncak. Persiapan Sistem Manajemen K3 tidak akan berjalan tanpa adanya komintmen terhadap system manajemen tersebut. Manajemen harus benar-benar menyadari bahwa merekalah yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan atau kegagalan penerapan Sistem K3. Komitmen manajemen puncak harus dinyatakan bukan hanya dalam kata-kata tetapi juga harus dengan tindakan nyata agar dapat diketahui, dipelajari, dihayati dan dilaksanakan oleh seluruh staf dan karyawan perusahaan. Seluruh karyawan dan staf harus mengetahui bahwa tanggung jawab dalam penerapan Sistem Manajemen K3 bukan urusan bagian K3 saja. Tetapi mulai dari manajemen puncak sampai karyawan terendah. Karena itu ada baiknya manajemen membuat cara...

Read More ›

Mempertahankan QMS Berbasis ISO 9001 Setelah Sertifikasi (Fase PDCA)

ISO 9001

Cara Mempertahankan QMS Berbasis ISO 9001 Anda Setelah Sertifikasi Menerapkan ISO 9001 bukanlah tugas yang mudah dan setelah proses sertifikasi berhasil dilewati, mungkin tampak bahwa bagian terbesar dari pekerjaan telah selesai. Tapi, jangan senang dan tenang terlalu lama karena pekerjaan nyata dengan SMM Anda baru akan segera dimulai. Setelah Anda mulai mempertahankan QMS, Anda akan melihat bahwa melewati sertifikasi bukanlah masalah jika semua aktivitas yang diperlukan oleh standar dilakukan. Sangat sering, perusahaan tidak yakin apa yang perlu dilakukan sebelum audit surveilance, dan karena itu tidak mengumpulkan informasi yang diperlukan atau melakukan kegiatan yang diperlukan. Ini biasanya menyebabkan memanggil konsultan untuk memperbaikinya dan membantu mereka secara formal lulus audit sertifikasi. Ini hanyalah perbaikan cepat dan tidak benar-benar membawa nilai apa pun...

Read More ›

ISO Menerbitkan Alat Baru Yang Kuat Untuk Memerangi Penyuapan

Badan Seritifkasi ISO 27000

Alat Baru ISO Yang Kuat Untuk Memerangi Penyuapan Alat bisnis baru yang dirancang untuk melawan suap kini diterbitkan. ISO 37001 adalah standar sistem manajemen anti-suap internasional pertama yang dirancang untuk membantu organisasi memerangi risiko penyuapan dalam operasi mereka sendiri dan di seluruh rantai nilai global mereka. Ini memiliki potensi untuk mengurangi risiko perusahaan dan biaya yang terkait dengan penyuapan dengan menyediakan kerangka kerja bisnis yang dapat dikelola untuk mencegah, mendeteksi dan mengatasi penyuapan. Mengeluarkan alat baru yang kuat untuk memerangi penyuapan. "Suap adalah risiko bisnis yang signifikan di banyak negara dan sektor," kata Neill Stansbury, Ketua ISO project komite ISO / PC 278 yang bertanggung jawab atas standar baru. “Dalam banyak kasus, itu telah ditoleransi sebagai bagian 'yang penting' dalam...

Read More ›

Elemen Kriteria Audit SMK3

12 Elemen Kriteria Audit SMK3   Audit adalah pemeriksaan secara sistematis dan independen, untuk menentukan suatu kegiatan dan hasil-hasil yang berkaitan sesuai dengan prosedur yang direncanakan, dan dilaksanakan secara efektif dan cocok untuk mencapai kebijakan dan tujuan perusahaan. SMK3 terdiri dari 5 prinsip dasar dan 12 elemen : Prinsip Dasar  Penetapan kebijakan K3 Perencanaan penerapan K3 Penerapan K3 Pengukuran, pemantauan dan evaluasi kinerja K3 Peninjauan secara teratur untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkesinambungan   Kami Qyusi Consulting merupakan lembaga konsultan SMK 3, kami siap membantu perusahaan anda untuk mendapatkan Sertifikasi SMK 3 dari kemenaker Elemen SMK3 Pembangunan dan terjaminnya pelaksanaan komitmen; Pembuatan dan pendokumentasian rencana K3; Pengendalian perancangan dan peninjauan kontrak; Pengendalian dokumen; Pembelian dan pengendalian produk; Keamanan bekerja berdasarkan...

Read More ›

PT Wata Sunrise Menerapkan dan Meraih Sertifikasi ISO

wata sunrise konsultan iso

Wata Sunrise bersama Qyusi Consulting Menerapkan dan Meraih Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001 dan OHSAS 18001 PT. Wata Sunrise merupakan anak perusahaan dari Watanabe Shoji Corporation yang berlokasi di Kyoto Jepang dan bergerak di bidang Industri penjualan Bahan Alumunium serta proses pembentukan suku cadang bahan Alumunium, bergerak dalam Penjualan Bahan Alumunium Dan Proses Pembentukan Bahan Alumunium Melalui Alumunium, PT. Wata Sunrise mengemban misi untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan masyarakat Utopia yang penuh cinta, Serta menjadi jembatan penghubung yang mampu membawa nilai budaya dan teknologi terdepan dari Jepang untuk perkembangan masyarakat Indonesia, dengan mengedepankan kenyamanan pelayanan tanpa batas kepada seluruh customer. Bersama Bapak Rizal Hidayat Syah, Mr. Shindo serta Manajemen lainnya, Qyusi Consulting menyerahkan Sertifikasi ISO Akreditasi KAN. Mwnurut mereka, dengan...

Read More ›

error: Content is protected