Pohon Milik PUPR Ditebang Kontraktor

PEKANBARU( RIAUPOS. CO)– Sebuah lahan di tepi Jalan Purwodadi, Pekanbaru terlihat diberikam garis kuning bertuliskan“ dilarang melintasi garis Satpol PP”. Sedangkan itu 2 buah pohon telah ditebang meninggalkan sisa tebangan yang masih baru, Rabu( 26/ 6).

Tadinya warga mengeluhkan ditebangnya 2 pohon peneduh jalan itu. hal ini dikatakan oleh salah satu masyarakat setempat, Hadi. beliau berterus terang warga merasa dirugikan akibat debu- debu yang mengotori jalanan dari timbunan tanah kuning dari pemilik lahan.“ Itu banyak debu, pohonnya ditebang juga,” tutur Hadi.

Kesimpulannya warga memberi tahu perihal itu pada pihak terkait dengan alasan menebang pohon peneduh milik pemerintah. Alhasil Satuan Polisi Pamong Praja( Satpol PP) mendatangi lahan itu serta memberikan garis kuning.

Sebelum melaporkan, Hadi berterus terang telah memberikan peringatan pada kontraktor untuk tidak melakukan penebangan. Biarpun begitu, peringatan itu tidak diindahkan.“ Pemborong telah diingatkan, janganlah ditebang. Tetapi keras kepala,” kata Hadi.

Hadi berharap dengan adanya informasi itu, masyarakat memahami mana haknya serta mana yang milik pemerintah. Sehingga tidak merugikan orang lain.

Perihal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang( Kabid) Operasi dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto. Beliau berkata kalau tanah itu memanglah milik individu yang berhubungan, namun tumbuhan itu adalah milik Dinas PUPR.

“ Jika ingin memangkas wajib izin dahulu ke Dinas PUPR, tidak bisa main tebang saja,” tutur Desheriyanto lagi.

Desheriyanto menambahkan, ia serta aparat Satpol PP hanya menertibkan, sehingga terkait sanksi sepenuhnya tanggung jawab Dinas PUPR.“ Kalau sanksi ya ke orang PUPR, bukan kita,” pungkas Desheriyanto.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda