Sempat Bikin Bupati Muratara Pusing Kepala, Atap RSUD Rupit Sudah Diperbaiki Kontraktor.

Sempat Bikin Bupati Muratara Pusing Kepala, Atap RSUD Rupit Sudah Diperbaiki Kontraktor.

Plafon ruang rawat inap RSUD Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang sebelumnya rusak kini sudah direnovasi.

Gedung yang dibangun tahun anggaran 2019 itu mengalami kebocoran di beberapa ruangan terutama di bagian plafon.

Hendra, kontraktor yang mengerjakan gedung tersebut mengatakan kerusakan plafonnya sudah direnovasi.

“(Plafonnya) sudah direnovasi Pak, kemarin selesai kami perbaiki, sekarang sudah bagus,” kata Hendra kepada Tribunsumsel.com, Minggu (4/4/2021).

Hendra mengaku tak masalah harus investasikan biaya tambahan meskipun masa pemeliharaan pembangunan gedung itu telah habis.

Dia berharap media tak hanya memberitakan kerusakan bangunan, namun juga didokumentasikan ketika sudah diperbaiki.

“Terima kasih kepada media, inilah hasil kerja kami, mudah-mudahan kami bisa banyak membantu pembangunan Muratara,” kata Hendra.

Direktur RSUD Rupit, dr Herlinah membenarkan kerusakan pada plafon ruangan rawat inap di rumah sakit itu sudah direnovasi kontraktor.

“Iya sudah direnovasi, kemarin Pak Bupati sidak langsung dan minta segera diperbaiki,” katanya.

Herlinah menyampaikan gedung rawat inap RSUD Rupit itu dibangun pada tahun anggaran 2019.

Gedungnya terdiri atas dua tingkat, untuk pasien kelas II dan III, dengan panjang 40 meter dan lebar 21 meter.

“Ini gedung rawat inap yang baru, kalau yang lama sekarang sudah jadi UGD sentral, baru saja dibangun tahun 2020 tadi,” katanya.

Herlinah menjelaskan bangunan gedung rawat inap yang sudah rusak itu dikerjakan oleh PT Silampari Pratama Kencana.

Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019 dengan nilai kontrak Rp 14,3 miliar.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Muratara Devi Suhartoni pusing kepala saat melihat kondisi gedung rawat inap RSUD Rupit yang baru.

Menurut Devi, setiap pembangunan yang harus diutamakan adalah kualitas agar manfaatnya bisa dirasakan dalam kurun waktu yang lama.

Dia mengakui banyak infrastruktur yang dibangun pada kepemimpinan sebelumnya kini sudah mengalami kerusakan.

Namun dirinya tak bisa bertindak saat menjadi Wakil Bupati Muratara kala itu karena kekuasaan sepenuhnya ada di tangan bupati.

“Infrastruktur kita andai kata bangunnya bener semua kita tidak perlu renovasi lagi, kita bisa inovasi membangun yang lain,” kata Devi.

Devi meminta doa kepada seluruh masyarakat agar kepemimpinannya menjadi bupati saat ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Doakan semoga (kepemimpinan) kami, saya sama Ustaz Inaya (Wakil Bupati Muratara) bisa lebih baik dibandingkan sebelumnya,” harap Devi.

Sumber : Tribun Sumsel

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda ? Hubungi Qyusi Global Indonesia saja