Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001

Sertifikat smk3 dan sertifikat ohsas 18001

Apa Saja Perbedaan dan Persamaan Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001

Di Indonesia dikenal ada 2 Standar dan sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001. Sertifikat SMK3 versi Regulasi Pemerintah Indonesia yaitu PP 50 Th. 2012 dan Sertifikat OHSAS 18001 standar SMK3 yang dikeluarkan oleh BSI (British Standard Institution)

Sedikit cerita mengenai sejarah OHSAS 18001. BSI mengajak 13 lembaga standar lainnya membuat suatu proyek standar dalam bidang K3 yang dapat digunakan oleh dunia industri dalam melakukan assessment terhadap SMK3 yang telah mereka terapkan. Lahirlah kemudian seri OHSAS 18001 versi tahun 1999 yang mulai efektif diberlakukan pada tanggal 15 April tahun 1999.

Persamaan masa berlaku Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001 yaitu sama-sama berlaku 3 tahun. Standar SMK3 nasional memiliki langkah penerapan yang sejalan dengan OHSAS. Pada pasal 6 PP No. 50 tahun 2012 diungkapkan bahwa aplikasi Sertifikat SMK3 itu meliputi :

  1. Penetapan kebijakan K3 Kebijakan K3 dibuat oleh perusahaan.
    Kebijakan K3 paling sedikit memuat visi, tujuan perusahaan, komitmen dan tekad melaksanakan kebijakan, serta program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara menyeluruh.
  2. Perencanaan K3
    Rencana K3 disusun dan ditetapkan oleh pengusaha. Rencana K3 mengacu kepada kebijakan K3 yang dirancang.
  3. Pelaksanaan rencana K3
    Pelaksanaan rencana K3 sesuai dengan rencana yang telah dirancang.
  4. Pemantauan dan evaluasi kinerja K3
    Pemantauan dan evaluasi ini dilakukan melalui pemeriksaan, pengujian, pengukuran, dan audit internal SMK3. Hasil pemantauan dilaporkan dan digunakan untuk melakukan tindakan perbaikan.
  5. Peninjauan dan peningkatan kinerja K3
    Peninjauan dilakukan untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas penerapan SMK3. Hasil peninjauan ini digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja.

Perbedaan Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001

Sertifikasi SMK3 bersifat WAJIB dan tidak di lakukan Surveillance Audit (audit pengawasan) setelah audit sertifikasi sedangkan OHSAS sifatnya suka rela (opsional) dan dalam masa berlaku sertifikat 3 Tahun wajib ada suveillance audit minimal 1 tahun sekali.

Wajib artinya pada Regulasi PP 50/2012 Pasal 16 penilaian audit “wajib dilakukan” untuk perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 Karyawan dan memiliki berpotensi bahaya tinggi, seperti Perusaaan pertambangan Minyak Gas Bumi serta berdasarkan Permenaker 26/2014 Wajib dilakukan penilaian/audit untuk perusahaan yang dinyatakan sebagai potensi bahaya tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan & pengujian dari Pengawas Dinas Tenaga Kerja Setempat

Dokumen acuan Sertifikasi OHSAS 18001, Sistem Manajemen K3yang di publikasikan pertama kali oleh BSI, sedangkan pada Sertifikasi SMK3, Dokumen acuannya K3 yang di keluarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Pada Sertifikasi OHSAS 18001, berlaku Inernasional, sedangkan Sertifikasi SMK3 hanya berlaku secara Nasional dalam wilayah hokum Indonesia saja.

Sertifikat OHSAS 18001 diberikan kepada perusahaan dan organisasi yang lolos audit sertifikasi, sedangkan Sertifikat SMK3 ditambahkan mendapat bendera K3 (emas atau perak).

Sertifkat OHSAS 18001 tidak ada ketentuan sanksi jika tidak menerapkan, namun di Sertifikat SMK3 akan ada pemberian sanksi jika tidak menerapkannya.

Sertifikat SMK3 Penilaian sistem menggunakan kuantitatif sedangkan Sertifikat OHSAS 18001 Kualitatif. Kuantitatif artiya ada Nilai Prosentase penerapan berdasarkan hasil audit Tingkat Penerapan = (Kriteria yang di audit – Temuan) / Kriteria yang diaudit.

Kriteria yang diaudit bisa 166 (Lanjut), 122 (Menengah) atau 64 (Awal) dikurangi pasal yang tidak berlaku pada organisasi yang diaudit, misal pada perusahaan Manpower Supply yang ruang lingkup auditnya hanya di Office ternyata tidak memiliki Bahan Kimia Berbahaya, maka pasal 9.3 dapat dinyatakan tidak berlaku namun harus dengan persetujuan Auditor SMK3.

Untuk Sertifikat SMK3 Pemberian hanya dilakukan 1 Tahun Sekali yaitu pada saat penyerahan Penghargaan Zero Accident dari KEMENAKER RI. sehingga Perusahaan setelah proses audit hanya mendapatkan Surat Keterangan Lulus. Dan Khusus bagi penerapan 166 Kriteria selain mendapat Sertifikat perusahaan juga mendapatkan Bendera SMK3 sesuai aturan Permenaker No.26 Tahun 2014. Sedangkan Sertifikat OHSAS 18001 setelah dilakukan Audit maka Laporan diajukan ke Head Office dimana Badan sertifikasi berada serta ke Badan Akreditasi.

Dalam Audit SMK3 pemenuhan regulasi lebih detail sedangkan OHSAS Audit pemenuhan regulasi tergantung dari penilaian Auditor.

Yang dimaksud lebih detail adalah pada PP 50/2012 lampiran 3 ada ketentuan kategori Temuan Mayor yang diantaranya adalah Tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Misal : perusahaan dengan jumlah karyawan diatas 700 orang ternyata tidak punya klinik pengobatan perusahaan maka di SMK3 PP50/ 2012 bisa dinyatakan temuan Mayor karena tidak memenuhi Permenaker 3/1980 sedangkan di OHSAS 18001 bisa jadi hanya minor.

smk3 dan ohsas 18001SMK3 PP50/2012 Auditornya ditunjuk oleh Kemenaker RI melalui SKP sedangkan OHSAS ditunjuk oleh Badan Sertifikasi

SMK3 PP 50/2012 Auditor wajib terdaftar sebagau karyawan lembaga penilaian tidak bisa outsourching sedangkan OHSAS bisa karyawan maupun outourcing

Kemudian SMK3 PP 50/2012 Audit dilakukan oleh Lembaga Penilaian Audit yang ditunjuk oleh Kemenaker RI dan pedoman audit menggunakan Permenaker 26 2014 sedangkan Audit OHSAS oleh Badan sertifikasi yang pedoman auditnya mengacu ke ISO 19011 (Pedoman Audit)

Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001 merupakan hal yang penting. Karena memiliki tujuan yang sama untuk mencegah resiko terjadinya Kecelakaan Kerja. Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001 bisa di jalankan bersamaan karena antara OHSAS dan SMK3 memiliki persamaan pada elemen yang akan dijalankan pada proses implementasinya.

Perusahaan dan Organisasi Anda mau Meraih Sertifikat SMK3 dan Sertifikat OHSAS 18001 ? Kami Qyusi Consulting akan membantunya dengan proses Mudah, Fleksibel, Harga Bersahabat