Tugas Pengamat Ketenagakerjaan, Mengarahkan Zero Accident di Perusahaan.

Kembangkan Efisiensi dan Efektivitas, PGN Patuhi "Sipgas" dan Utamakan "Safety

Mengwujudkan lingkungan kerja dengan kecelakaan nihil atau Zero Accident harus bisa dilakukan oleh setiap perusahaan, namun hal ini memang tidak semudah membalik telapak tangan. Kecelakaan kerja yang terjadi saat ini sebagian besar dikarenakan faktor manusia atau Human Error, sehingga dibutuhkan pendidikan dan pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terus menerus.

Kemudian dukungan perusahaan untuk menciptakan Sistem Manajemen K3 (SMK3), harus dapat dilakukan sebagai bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.

Pentingnya penerapan SMK3 ini diapresiasi oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dengan Pemberian Penghargaan terhadap perusahaan yang mampu mewujudkan Zero Accident. Kemudian Bupati/Walikota diberikan pula penghargaan sebagai Pembina K3 karena dianggap telah berhasil membina perusahaan dalam penerapan SMK3 di wilayahnya masing-masing .

“Penghargaan Pembina K3 dan Zero Accident dimaksudkan untuk mengoptimalkan partisipasi kalangan usaha dan industri dalam mewujudkan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Sekaligus mampu menjadi role model mewujudkan lingkungan kerja zero accident, mencegah HIV/AIDS, maupun aspek lain.” ujar Khofifah.

Untuk itu kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur K3 harus terus ditingkatkan pada pola dan bentuk pekerjaan. Sehingga mampu menciptakan SDM yang unggul, berdaya saing, dan meningkatkan produktivitas kerja.

Selain Perusahaan dan Pekerja, menciptakan keselamatan dan kesehatan kerja tidak lepas dari Tugas seorang Pengawas Ketenagakerjaan.

Pada hakikatnya pengontrolan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan. Hubungan antara pembinaan dan pengawasan merupakan pasangan yang tidak dapat dipisahkan, jika mengharapkan suatu pencapaian yang maksimal.

Erny Kartikasari, Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur menjelaskan bahwa  posisi sebagai pengawas berada ditengah-tengah antara Perusahaan dan Pekerja dalam menciptakan berbagai aspek yang ada dilingkungan perusahaan, termasuk dalam mewujudkan K3.

Menjadi pengawas di Kabupaten Tuban yang notabenenya adalah kawasan industri  mengharuskan dia sering terjun kelapangan untuk mengawasi langsung setiap perusahaan.

Berdasarkan kunjungan, Erni selalu menghimbau akan pertimbangan diterapkannya SMK3 diperusahaan, yaitu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pekerja maupun orang lain yang berada di tempat kerja, serta sumber produksi, proses produksi, dan lingkungan kerja dalam keadaan aman. Karena adanya kecelakaan di tempat kerja sebagian besar diakibatkan oleh faktor manusia dan sebagian kecil oleh faktor teknis.

Perempuan yang juga aktif di Grup Paduan Suara D’Bringinz Tuban ini selalu mengajak Perusahaan untuk menyadari bahwa pelaksanaan SMK3 ini bukan beban perusahaan, melainkan sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan di masa mendatang dan merupakan bagian manajemen yang penting diperhatikan karena berhubungan dengan aspek vital perusahaan, yakni tenaga kerja.

Dengan hubungan yang baik antara perusahaan dan para pekerjanya dapat dipastikan terjadi efek yang positif, lingkungan kerja menjadi kondusif sehingga semua target-target yang diharapkan oleh perusahaan ini bisa tercapai.

Sumber : Kumparan

Sebagai Konsultan SMK3 di Indonesia, Qyusi Global Indonesia udah banyak membantu Perusahaan yang berhasil menerapkan dan mendapatkan Sertifikat SMK3, kini giliran Anda dan Perusahaan yang Qyusi Global Indonesia Bantu.