Kementerian Ketenagakerjaan: Pemegang Kepentingan Terus Perkuat Vokasi
JAKARTA–
Kemnaker Bersama Kamar Bisnis serta Industri Indonesia (Kadin), akademisi, sindikat pekerja, dan masyarakat awam terus bekerja sama dengan Komisi Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN) memperkuat sistem vokasi. KPVN sedang mempersiapkan cara pelatihan vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Perihal ini, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, menekankan pembangunan SDM jadi fokus kerja pemerintah dalam jangka lima tahun ke depan. (Expansi|Pembentukan|Pendirian|Pengembagan|Penyusunan|Pembangunan} Sumber Daya Manusia( SDM) melalui training serta penelaahan vokasi amat berarti di dalam mempersiapkan angkatan kerja profesional serta memiliki daya saing besar untuk memenangi kompetisi global.
Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas ( Binalattas) Departemen Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono, menjalin kerja sama Bersama stakeholder penting untuk menghasilkan sebuah ekosistem pengembangan SDM yang adaptif. Mendukung perihal tersebut, lanjutnya, unsur Pemerintah( Kemnaker), Akademisi (UGM), serta Asosiasi Industri( Kadin& Apindo) sudah berinisiatif membentuk Komisi Pelatihan Vokasi Nasional( KPVN) pada tahun 2017.
“KPVN bermain dengan cara strategis untuk mendorong kenaikan kualitas SDM, peningkatan produktivitas, serta pengembangan ekonomi lewat beberapa program,” ucapnya dalam Forum Group Discussion( FGD) berjudul“ Meningkatkan Daya Saing Nasional Lewat Pelatihan Vokasi” di Jakarta Selasa, 16 Juli 2019.
Hadir sebagai pembicara, yaitu Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia atau Ketua Komisi Pelatihan Vokasi Nasional Anton J Supit, Wakil Ketua KPVN Harijanto, Direktur Jenderal Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, ahli ekonomi senior Raden Pardede, Pembina KPVN Profesor Tadjuddin Noor Effendy, Ketua UNI Global Union Asia Pasifik Kun Wardhana, serta Wakil Ketua KPVN Bob Azzam.
Dirjen Bambang menjelaskan tahun ini terdapat project yang dilakukan di antara lain training untuk 20. 000 tenaga kerja yang terkena PHK dengan memakai anggaran operasional BPJS Ketenagakerjaan. Peserta merupakan anggota BPJS TK yang terkena PHK serta pelatihan bisa dicoba di BLK, LPK swasta ataupun Training CenterIndustri yang berkolaborasi dengan BPJSKetenagakerjaan.
Dirjen Bambang juga menarangkan, grand design pelatihan vokasi nasional telah ada semenjak tahun lalu, serta telah 90 %, dan akan menjadi dasar training vokasi di Indonesia.“ Dalam waktu dekat akan segera diinformasikan kepada seluruh aspek bahwa Departemen Ketenagakerjaan akan menjadi koordinator pelatihan vokasi nasional,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPVN Anton J. Supit mengatakan, kompetensi serta produktivitas angkatan kerja merupakan kunci keberhasilan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Oleh sebab itu, dia menambahkan pembangunan skema vokasi yang fokus pada 70 % praktek kerja lapangan serta 30 % teori sesuai kebutuhan pasar kerja.
“ Pasar kerja terus menjadi dinamis dalam era Revolusi Pabrik 4. 0 diwaktu ini. Kerja sama menjadi kunci dalam mempersiapkan skema vokasi yang adaptif terhadap kemajuan kebutuhan pasar kerja,” kata Anton, yang juga Wakil Pimpinan Kadin Indonesia Bidang Ketenagakerjaan serta Hubungan Industrial.
Pembicara lain dalam FGD itu, ialah Dr. Kun Wardana Abyoto, Direktur UNI Global Union Asia Pasifik mengatakan, Serikat Pekerja (SP) perlu berperan aktif dalam Komisi Pelatihan Vokasi Daerah (KPVD) agar bisa ikut serta langsung dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur serta ekosistem pelatihan vokasi di tiap wilayah.
Pada perusahaan, lanjutnya, perlu pembentukan Company Training Committee yang dianggotai oleh manajemen perusahaan serta SP. Komite ini bermaksud mengupas hal perencanaan SDM di tingkatan industri, membahas Road Map transformasi industri serta monitor, dan penilaian hasil implementasi pelatihan vokasi di tingkatan industri.
Dalam kesempatan yang sama ahli ekonomi senior Raden Pardede mengatakan jika kesempatan Indonesia hanya 15 tahun untuk menikmati bonus demografi.“ Durasi kita mempersiapkan sumber daya manusia unggul untuk menjadi tenaga kegiatan berkualitas tinggi ataupun premium tinggal sedikit. Jika tidak segera melaksanakannya dari sekarang, kita akan susah keluar dari middle income trapdan Indonesia nantinya akan jadi negara yang tua serta miskin,” jelasnya.
Sedangkan itu, Profesor. Tadjuddin Nur Effendi, Pengamat Sosial dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melaporkan, perubahan tenagas kerja dan pekerjaan masa depan di Indonesia harus mengamati 3 sektor usaha, yaitu pekerjaan di aspek teknologi informasi, manufakturing, serta usaha penjualan serta perdagangan.
Ia mengatakan, kuncinya adalah pembangunan tenaga kerja di Indonesia dan pemerintah sudah melakukan kebijakan- kebijakan yang mengaitkan dunia industri agar program- program yang ada sesuai dengan kebutuhan.“ Perihal ini telah dicoba semenjak 10 tahun lalu serta buktinya penyerapan lulusan BLK bertambah. Tidak hanya itu, pemerintah pula telah melaksanakan peningkatan kualitas instruktur serta alat pelatihan,” paparnya.
Bagi Harijanto, Wakil Ketua KPVN melaporkan, saat ini amat diperlukan landasan untuk membuat vokasi dengan ekosistem yang mantab. Situasi saat ini, lanjutnya, industri garmen ataupun sepatu saja kesusahan untuk mencari tenaga kerja menjahit.“ Wiraswasta itu inginnya kemudahan investasi dan dibarengi dengan mencari pekerja terampil. Jadi, iklim investasi serta pelatihan vokasi menyiapkan pekerja terampil itu sangat penting,” ucapnya.
Dinas Humas Kemnaker
![]()
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda