Tindakan Perbaikan dan Tindakan Pencegahan Dalam ISO 9001

ISO 9001

Tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan adalah dua unsur penting yang dilakukan untuk menjamin sistem manajemen mutu bebas dari potensi yang merugikan perusahaan dengan cara mengidentifikasi masalah, menganalisis akar masalah, mencari bentuk perbaikan dan pencegahannya, dan melaporkannya kepada pihak manajemen. Tindakan perbaikan dan pencegahan sebenarnya adalah dua hal yang saling berkaitan dan mirip. Hanya saja, tindakan perbaikan cenderung pada  penyelesaian masalah ketika masalah terjadi sedangkan tindakan pencegahan adalah proses untuk mencegah potensi masalah menjadi masalah di kemudian hari.  Berikut definisi lebih lengkap dari tindakan perbaikan dan pencegahan menurut ISO 9000:2005, sebuah standar yang berisi definisi dari kata atau istilah yang digunakan dalam Standar ISO 9001. Tindakan pencegahan Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki CATATAN 1...

Read More ›

Dokumentasi Sistem Manajemen Mutu

dokumentasi sistem manajemen mutu

Sistem Manajemen harus didokumentasikan perusahaan dalam bentuk manual, prosedur, instruksi kerja dan dokumentasi pendukung lainnya, berikut beberapa manfaatnya : Yang pertama dokumentasi merupakan persyaratan standar ISO 9001:2015. Artinya kita harus membuat dokumentasi sistem manajemen mutu yang berfungsi sebagai pedoman kerja bagi pelaksana proses.Dalam penerapan sistem manajemen mutu, perusahaan harus bisa menunjukkan bukti penerapan, sehingga dokumentasi yang dalam standar ISO 9001:2015 disebut dengan Informasi Terdokumentasi termasuk rekaman hasil pelaksanaan proses. Rekaman ini merupakan bukti obyektif bahwa sistem manajemen mutu diterapkan secara efektif.Konsultan ISO akan memberikan pelatihan Audit Internal dimana fungsi dokumentasi khususnya Prosedur Audit Internal akan menjadi pedoman bagi auditor untuk melakukan audit sistem manajemen mutu.Dokumentasi ISO 9001:2015 juga akan berfungsi sebagai bahan pelatihan karyawan termasuk karyawan baru perusahaan yang harus memahami proses...

Read More ›

Lembaga Sertifikasi Profesi

Pengertian Lembaga Sertifikasi Profesi Apa dan Siapa LSP Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi profesi yang memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Lisensi diberikan melalui proses akreditasi oleh BNSP yang menyatakan bahwa LSP bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi profesi. Sebagai organisasi tingkat nasional yang berkedudukan di wilayah Republik Indonesia, LSP dapat membuka cabang yang berkedudukan di kota lain. Fungsi dan Tugas LSP Sebagai sertifikator yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi. Tugas sebagai berikut : Membuat materi uji kompetensi. Menyediakan tenaga penguji (asesor). Melakukan asesmen. Menyusun kualifikasi dengan mengacu kepada KKNI. Menjaga kinerja asesor dan TUK. Membuat materi uji kompetensi. Pengembangan skema sertifikas  Developer yang memelihara sekaligus mengembangkan standar kompetensi. Tugas sebagai berikut : Mengidentifikasi...

Read More ›

Jenis – Jenis ISO

macam macam ISO

ISO 9001 ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer di dunia. ISO 9001 telah mengalami beberapa kali revisi dan versi yang terbaru adalah ISO 9001 : 2015. Salah satu ciri penerapan ISO 9001 adalah diterapkannya pendekatan proses. Pendekatan proses ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen mutu. Pendekatan ini mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi, penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan berkesinambungan. ISO 14001 Berbeda dengan standar ISO 9001 yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu, maka ISO 14001 merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. Konsep yang dipakai dalam ISO 14001 pada prinsipnya sama dengan ISO 9001, yaitu perbaikan berkesinambungan, hanya dalam ISO 14001 adalah pengelolaan lingkungan. Perusahaan yang menerapkan ISO 14001 harus dapat...

Read More ›

Mempertahankan QMS Berbasis ISO 9001 Setelah Sertifikasi (Fase PDCA)

ISO 9001

Cara Mempertahankan QMS Berbasis ISO 9001 Anda Setelah Sertifikasi Menerapkan ISO 9001 bukanlah tugas yang mudah dan setelah proses sertifikasi berhasil dilewati, mungkin tampak bahwa bagian terbesar dari pekerjaan telah selesai. Tapi, jangan senang dan tenang terlalu lama karena pekerjaan nyata dengan SMM Anda baru akan segera dimulai. Setelah Anda mulai mempertahankan QMS, Anda akan melihat bahwa melewati sertifikasi bukanlah masalah jika semua aktivitas yang diperlukan oleh standar dilakukan. Sangat sering, perusahaan tidak yakin apa yang perlu dilakukan sebelum audit surveilance, dan karena itu tidak mengumpulkan informasi yang diperlukan atau melakukan kegiatan yang diperlukan. Ini biasanya menyebabkan memanggil konsultan untuk memperbaikinya dan membantu mereka secara formal lulus audit sertifikasi. Ini hanyalah perbaikan cepat dan tidak benar-benar membawa nilai apa pun...

Read More ›

Disdukcapil Depok Kembali Raih Sertifikasi ISO 9001

Disdukcapil Depok Kembali Raih Sertifikasi ISO 9001

Disdukcapil Depok Kembali Raih Sertifikasi  ISO 9001 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Wilayah Kota Depok kembali meraih sertifikat Internasional Organization for Standarization (ISO) 9001:2008 yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Perolehan ISO 9001 ini diraih untuk keempat kalinya. Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, dengan pencapaian sertifikasi ISO 9001 tersebut menunjukan Disdukcapil telah berhasil mempertahankan dedikasi serta implementasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, ISO adalah sistem manajemen yang diakui dan digunakan banyak organisasi pemerintah dan perusahan bertaraf internasional. "Disdukcapil Depok telah mempertahankan sistem manajemen mutu selama empat kali. Tentu hal tersebut menunjukan dedikasi yang tinggi dari Disdukcapil. Maka harus bisa mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanan ke arah yang lebih baik lagi," ujar Idris di Balai Kota Depok,...

Read More ›

Sertifikasi ISO 9001 – Manfaat bagi Kontruksi ??

sertifikasi ISO 9001 kontruksi

Akankah Perusahaan Konstruksi Mendapatkan Keuntungan dari ISO 9001 ? Pada tahun 2014 pemerintah AS menghitung bahwa 10% dari total pasar fiskal dikaitkan dengan industri konstruksi dan bangunan Bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia merupakan negara berkeembang, ini akan bersinggungan dengan dunia kontruksi. Dengan nilai sektor ini terhadap ekonomi yang lebih besar, ada beberapa skema akreditasi sertifikasi yang tersedia bagi perusahaan yang bekerja di bidang ini, namun hal ini dapat sangat bervariasi dari satu wilayah ke wilayah dan negara ke negara lainnya, sehingga tidak menjamin standar pelayanan dan kualitas secara keseluruhan. Mengingat bahwa di antara pertimbangan keamanan dan lingkungan, kualitas dan biaya sangat penting bagi pembangun dan pelanggan, apakah saat ini ISO 9001 menjadi standar bagi perusahaan yang bekerja di sektor konstruksi...

Read More ›

Risiko dan Peluang ISO 9001

Risiko dan Peluang

Bagaimana Menangani Risiko dan Peluang dalam ISO 9001 Bila menggunakan persyaratan ISO 9001:2015 sebagai dasar untuk Sistem Manajemen Mutu perusahaan dan organisasi Anda, Anda akan mendapati bahwa pemikiran berbasis risiko merupakan konsep baru yang penting yang telah dibawa ke garis depan dalam perencanaan mutu perusahaan dan organisasi dalam menelaah Risiko dan Peluang Seiring dengan gagasan bahwa penting untuk memikirkan risiko, ada juga persyaratan untuk mengidentifikasi dan menangani risiko dan peluang dalam Sistem Manajemen Mutu, namun bagaimana caranya dalam melakukan ini ? Berikut adalah sedikit lebih banyak tentang apa yang dibutuhkan standar dalam ISO 9001 dan bagaimana Anda dapat mengatasi persyaratan ini di dalam SMM perusahaan dan organisasi Anda. Dimana Letak Persyaratan ISO 9001: 2015 yang Benar – benar di Tentukan ?...

Read More ›

Cara Evaluasi Pemasok Sesuai ISO 9001:2015

cara evaluasi pemasok iso 9001 2015

Bagaimana Cara Mengevaluasi Kinerja Pemasok Sesuai ISO 9001: 2015 ? Dalam standar ISO 9001: 2015, persyaratan bagi sebuah organisasi dalam menetapkan kriteria untuk menilai, mengevaluasi, dan mengevaluasi ulang pemasoknya akan tetap seperti pada versi standar sebelumnya. Standar tersebut menyebutkan bahwa "kriteria untuk seleksi, evaluasi, dan evaluasi ulang harus ditetapkan," dan catatan harus dipelihara. Jadi, sementara standar menetapkan parameter ini, ia membiarkan rincian terbuka sehingga masing-masing perusahaan  dapat menetapkan kriteria pemasok karena sesuai untuk memastikan nilai maksimal yang diperoleh. Dari pengalaman, kami tahu bahwa banyak organisasi memberikan lip service untuk proses ini, namun selain persyaratan ISO, ada banyak alasan untuk menganggap ini penting. Mengapa Harus di Evaluasi ? ISO 9001: 2015 tidak menentukan mengapa Anda harus mengevaluasi dan menilai pemasok Anda,...

Read More ›

10 Langkah Mudah dalam Implementasi Sertifikasi ISO 9001:2015

10 langkah Mudah dalam Implementasi iso 9001 2015

10 Langkah Strategis dalam Implementasi ISO 9001 2015 Sistem Manajemen Mutu atau Sertifikasi ISO 9001:2015 memberikan nuansa baru dalam implementasinya. Sistem manajemen  ini menjadi lebih general dan sejalan dengan sistem manajem10-langkah-mudah-dalam-implementasi-iso-9001en bisnis organisasi dan perusahaan. Jika dibandingkan dengan standar versi terdahulunya ISO 9001:2008, banyak organisasi dan perusahaan yang kemudian gagal mendapatkan keuntungannya karena intrepretasi yang muncul dari sistem ini adalah sistem manajemen mutu menjadi semacam “proyek” sampingan karena kurangnya komitmen manajemen dan kesadaran staff di dalam organisasi dan perusahaan tersebut akibat terfokus pada dokumentasi sistem manajemen yang dirasa terlalu kompleks dan rumit. Program Sertifikasi ISO 9001:2015 mencoba untuk menjawab hambatan tersebut dengan membuat lebih menekankan akan pentingnya komitmen manajemen dalam manajemen mutu dan keputusan strategis organisasi dan perusahaan berbasis risiko...

Read More ›

error: Content is protected