Pemkab bersiap melaksanakan beauty contest atau pemilihan mitra untuk pengerjaan proyek rumah sakit di Sidoarjo barat.
Rumah sakit milik Pemkab Sidoarjo akan dibangun dengan anggaran tahun jamak.
Proyek pembangunan tahun ini butuh dana sekitar Rp 167,6 miliar.
Dana dari APBD Sidoarjo tahun 2021 yang proyeknya juga sudah masuk di LPSE.
“Semoga proses lelang bisa segera selesai. Setelah ada pemenang lelang akan secepatnya dilaksanakan pembangunan fisik,” kata Ahmad Muhdlor, Bupati Sidoarjo kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (18/4/2021).
Lelang pengerjaan konstruksi untuk RSUD Sidoarjo Barat ini sudah terpasang sejak 5 Januari 2021 dengan nilai pagu paket pengerjaan sebesar Rp 167,6 milliar.
Sudah ada sembilan calon kontraktor yang dinilai memenuhi kriteria sebagaimana dalam unit layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).
“Dari sembilan kontraktor itu diproses lagi terkait pemaparan dan persiapannya. Dari sana bisa ditentukan siapa yang berhak menjadi pemenang tendernya,” lanjut Gus Muhdlor.
Seperti diketahui, rumah sakit itu akan dibangun di Desa Tambak Kemeraan, Kecamatan Krian, Sidoarjo.
Beberapa tahun belakangan, rencananya itu tak kunjung terealisasi karena tarik ulur kepentingan.
Utamanya, Pemkab Sidoarjo yang minta dikerjakan dengan skema KPBU sementara DPRD Sidoarjo bersikukuh pengerjaan lewat APBD.
Sampai saat kepala daerah dijabat oleh almarhum Nur Ahmad Syaifuddin tahun lalu, dimusyawarahkan pembangunan dilakukan menggunakan APBD.
Sejak itu, proses penganggaran mulai dilakukan. Dilanjut perencanaan dan sebagainya.
Tahun ini, pembangunan fisik dimulai memakai uang APBD yang sejak tahun kemarin sudah dialokasikan lewat APBD 2021.
Sumber : Surya Malang

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda ? Hubungi Qyusi Global Indonesia saja