Namanya Dilaporkan untuk Meminta Keuntungan Proyek kepada Rekanan, Kepala Dindikpora Tulungagung Membantah.

Namanya Dilaporkan untuk Meminta Keuntungan Proyek kepada Rekanan, Kepala Dindikpora Tulungagung Membantah.

Sejumlah kontraktor yang merupakan rekanan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Tulungagung belakangan resah, karena mendapat panggilan telpon dari seseorang yang meminta fee dari proyek yang didapatkan dari dinas itu.

Dan yang nekat, penelpon misterius itu sampai ada yang menggangap sebagai Kepala Dindikpora, Haryo Dewanto.

Sudah pasti Haryo gerah dengan klaim tersebut, dan diduga seseorang yang menelpon sejumlah kontraktor dan mengaku sebagai orang dari Dindikpora itu, adalah penipu. Apalagi tujuannya untuk mengambil sejumlah keuntungan proyek yang akan diberikan Dindikpora.

Telepon permintaan keuntungan proyek kepada para rekanan ini dibenarkan oleh Haryo Dewanto. “Saya mendapat informasi dari salah satu kenalan, yang mempertanyakan apakah saya benar meminta uang,” ungkap Yoyok, panggilan akrab Haryo Dewanto.

Kontraktor yang ditelepon sosok misterius itu berinisiatif merekam pembicaraan. Dalam rekaman itu, sosok di balik telepon meminta uang mengatasnamakan kepala dinas (Haryo Dewanto). Dan tentu hal seperti itu dibantah Haryo

Yoyok pun meminta setiap telepon permintaan uang dari pihak yang mengaku utusannya, agar diabaikan saja. “Tidak benar saya meminta uang. Saya minta jika ada telepon seperti itu tidak usah diladeni,” tegas Yoyok.

Dilanjutkan Yoyok, penelepon itu terkesan pandai menawarkan proyek kepada kontraktor. Si penelepon mengaku, ada sejumlah proyek tahun 2020 yang belum selesai. Dan penelpon itu mengaku bahwa Dindikpora akan melakukan penunjukan langsung (PL) karena nilainya di bawah Rp 200 juta.

“Katanya dinas sudah melaksanakan rapat internal, dan kontraktor itu akan ditunjul lewat PL,” ungkap Yoyok.

Jenis proyek yang ditawarkan diantaranya, rehab ruang kepas, rehab pagar sekolah dan pavingisasi halaman sekolah. Penelepon ini juga menargetkan pemenang tender proyek di Dindikpora.

Modusnya dengan mengucapkan, dinas meminjam uang Rp 35 juta karena butuh uang cepat, dan akan dikembalikan keesokan harinya. “Uang itu katanya untuk akomodasi pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang datang ke Tulungagung,” ucap Yoyok.

Yoyok pun menegaskan kepada para kontaktor yang mendapat telepon pelaku, agar mengabaikan semuanya. Ia menegaskan bahwa Dindikpora tidak pernah meminta fee proyek kepada semua kontraktor.

Sementara jika ada yang telanjur memberikan uang, Yoyok menyarankan untuk segera melapor ke polisi. “Siapa saja yang sudah tertipu dan memberikan uang, laporkan saja ke polisi. Kami tidak pernah meminta keuntungan apa pun,” pungkas Yoyok.

Sumber : Surya

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda ? Hubungi Qyusi Global Indonesia saja