Pengelolaan Limbah Industri Cair dan Permasalahannya

Manajemen Limbah Industri Qyusi Consulting

Di dalam sebuah perusahaan penghasil barang tentunya harus mempunyai bentuk pengelolaan limbah industri yang dihasilkan. Seperti yang telah diketahui bahwa limbah merupakan polutan yang menjadi bagian dari industri. Nah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai pengelolaan limbah cair yang berasal dari kegiatan industri beserta bentuk permasalahan yang diakibatkan.

Pengelolaan Limbah Industri Berbentuk Cair: Pentingkah?

Pada dasarnya, pengelolaan limbah industri berbentuk cairan ini merupakan salah satu penjagaan terhadap lingkungan sekitar area industri. Dengan begitu, kegiatan industri ini dapat menghilangkan polutan yang ada di dalam air limbah tersebut.

Selain itu, kegiatan ini juga dapat menguraikan polutan yang terkandung di dalam air limbah yang mampu menghilangkan kandungan berbahaya. Namun, sebelum melakukan perencanaan dan juga pelaksanaan dari pengolahan limbah cair pada industri. Seseorang diharuskan untuk memahami bagaimana manajemen pengelolaan limbah terlebih dahulu nih.

Misalnya saja dengan menetapkan kebijakan untuk meminimalisir limbah sebelum limbah tersebut dihasilkan dan juga diolah kembali. Di samping itu, Anda juga diharuskan untuk menetapkan personil yang siap bertanggung jawab terhadap setiap penerapan prosedur.

Sehingga, sebelum membuang limbah cair menuju badan air, kondisi limbah tersebut telah dipastikan aman untuk lingkungan sekitar. Jika dipantau berdasarkan pengelolaan limbah industri jenis cair ini bisa dilakukan dengan menggunakan tiga cara. Beberapa diantaranya yaitu dengan menggunakan cara fisika, biologi dan juga secara kimia.

Pengolahan Limbah Industri Berbentuk Cairan yang Biasa Digunakan

Terkait dengan pengelolaan limbah industri berbentuk cairan, tentunya bentuk pengolahan yang akan dilakukan sangat berbeda dengan jenis limbah dengan bentuk padatan ataupun gas. Untuk limbah cair sendiri pengolahannya dapat dilakukan seperti ulasan berikut ini.

  1. Pengolahan Primer

Pada proses kali ini, kegiatan industri dapat melakukan proses penyaringan, pengendapan dan pengapungan juga melakukan pengolahan awal. Dengan cara pengolahan ini akan sangat efektif jika dilakukan untuk polutan cair berupa lemak dan juga minyak yang sangat sulit bercampur dengan air.

  1. Pengolahan Sekunder

Apabila ditinjau berdasarkan pengolahan sekunder ini dilakukan dengan menggunakan mikroorganisme. Hal ini bertujuan untuk menguraikan segala bahan kimia yang terkandung di dalam limbah cair tersebut.

  1. Pengolahan Tersier

Untuk pengolahan selanjutnya yakni pengolahan tersier. Pada pengolahan ini merupakan bentuk dari tahapan akhir dari pengolahan limbah cair. Yang mana pada tahap ini akan dilakukan dengan menggunakan ilmu kimia, fisika, biologi atau bahkan dengan mengkombinasikan ketiga cara tersebut.

Hal ini bertujuan untuk bisa memproduksi air olahan dengan kondisi air yang berkualitas jauh lebih baik dari kata tercemar.

Pembuangan Limbah Industri Cair yang Berbahaya untuk Lingkungan

Pada negara Indonesia sendiri memang tidak pernah terlepas dari kegiatan industri. Oleh sebab itu, sudah tidak heran lagi jika saat ini banyak sekali pencemaran lingkungan yang memberikan banyak sekali dampak buruk.

Pada kondisi di masa kini sudah sangat banyak sekali penggiat industri yang sama sekali tidak mau melakukan bentuk pengolahan limbah. Sehingga, limbah industri yang dihasilkan akan dibuang secara sembarangan dan memberikan banyak sekali dampak negatif. Misalnya saja dengan mengubah pH air, menghasilkan aroma tidak sedap dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu, jika ditinjau berdasarkan sisi dampak limbah cair terhadap lingkungan yaitu dengan pengikatan limbah dengan sumber oksigen yang ada pada sungai. Dengan begitu, dapat membuat banyak sekali biota laut yang akhirnya tercemar dan kemudian mati. Hal ini disebabkan karena adanya hambatan dalam mengambil oksigen pada air.

Bahkan, ketika limbah cair ini mulai masuk ke dalam sungai tanpa adanya pengelolaan limbah industri yang tepat. Dapat menyebabkan air mengandung banyak gas metana yang tentunya sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh manusia.

Namun, jika ditinjau berdasarkan dampak terhadap makhluk hidup yang lainnya, yaitu dapat menyebabkan timbulnya jamur pada kulit, kurap dan juga kudis. Bahkan lebih menyeramkannya lagi, keberadaan limbah ini dapat menimbulkan infeksi cacing pita yang pastinya sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh.

Apabila limbah cair ini berasal dari industri dengan kandungan bahan kimia yang cukup tinggi. Pembuangan limbah sembarangan ini juga dapat menghilangkan nyawa seseorang. Pasalnya, jika limbah cair sampai terbuang ke badan air, tidak menutup kemungkinan limbah tersebut akan dimakan oleh biota laut.

Pengelolaan Limbah Cair pada Industri Gula

Industri gula memang menjadi salah satu bentuk usaha atau kegiatan dalam bidang pengolahan tebu menjadi gula beserta dengan turunannya. Masih terkait dengan pengelolaan limbah industri yang mana, dalam proses pembuatan gula ini mampu menghasilkan limbah cair dengan jumlah yang sangat tinggi.

Pasalnya, dalam pembuatan gula terdapat beberapa tahapan panjang mulai dari proses ekstraksi, penguapan, pembersihan kotoran, kristalisasi, karbonasi, afinasi dan masih ada yang lainnya. Dengan banyaknya tahapan dalam pembuatan ini, sehingga juga membutuhkan penggunaan air yang juga cukup tinggi.

Limbah cair yang dihasilkan pada proses pembuatan gula ini, sebenarnya berasal dari kondensor, boiler, evaporator, sisa pencucian pada proses dan masih banyak yang lainnya. Akan tetapi, jika ditinjau lebih jauh lagi, kebanyakan pada industri gula. Proses pengolahan limbah cair ini dilakukan dengan menggunakan metode biologi dan juga fisika.

Dengan begitu, pengolahan limbah cair ini sama sekali tidak menggunakan bahan kimia tambahan. Pasalnya, dalam proses pembuatan gula tidak mengandung berbagai bahan beracun dan berbahaya.

Pengelolaan Limbah Industri Berbentuk Cairan pada Garmen

Garmen atau limbah tekstil merupakan bagian limbah yang didapatkan dari proses pengkanjian, pengelantangan, pemasakan, pewarnaan dan masih banyak proses yang lainnya. Berbagai limbah cair yang dihasilkan ini umumnya akan dialirkan menuju kolam-kolam penampungan.

Setelah mengalami berbagai macam proses pengolahan kemudian air limbah tersebut akan dialirkan ke sungai. Nah, karena limbah tersebut nantinya dialirkan ke menuju menjadikan proses pengolahan tersebut harus dilakukan sesuai dengan peraturan menteri lingkungan.

Tujuan dari perlakuan ini yaitu untuk bisa menghasilkan kondisi air dengan mutu dan kualitas air yang jauh lebih baik. Pada dasarnya, pengolahan air limbah pada garmen dan juga pada industri gula mempunyai cara yang sangat berbeda. Pasalnya, pada industri tekstil, air limbah yang dihasilkan mengandung sangat banyak sekali zat kimia berbahaya.

Sedangkan untuk industri gula, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa limbah tersebut sama sekali tidak mengandung zat kimia. Sehingga, di dalam proses pengolahannya, limbah cair dari garmen ini mengalami proses yang cukup panjang yang melibatkan berbagai macam zat kimia.

Dengan begitu, proses pengolahan limbah tekstil haruslah mendapat perhatian khusus untuk melindungi lingkungan dari tercemarnya limbah industri yang sangat berbahaya. Bahkan untuk mengatasi limbah tersebut juga diharuskan melibatkan alat laboratorium untuk mengukur parameter yang dibutuhkan.

Demikian pembahasan mengenai pengelolaan limbah industri berbentuk cairan dan juga permasalahannya. Dengan pengelolaan limbah cair yang baik, tentunya pelaksanaan suatu industri dapat berjalan dengan optimal. Sehingga, air limbah yang telah diolah tidak akan memberi dampak yang buruk pada lingkungan sekitar ketika dialirkan ke badan air.

Untuk Informasi lebih lanjut dalam system Manajemen Limbah, Perusahaan anda dapat menghubungi Kami di Nomor 021.29372858 atau Konsultasi dengan para Praktisi kami di Hotline 0812-8333-3664.

PT Qyusi Global Indonesia (Qyusi Consulting)

Phone : 021-29373858

Office Open for Consultation : Everyday 09.00 – 16.00 WIB

Silahkan hubungi team marketing kami untuk dapat penawaran lebih lanjut.