Pengelolaan Limbah Industri Farmasi yang Aman dan Tepat

Jasa Limbah Industri Qyusi Consulting

Pengelolaan limbah industri farmasi menjadi hal penting yang harus dilakukan. Pasalnya, limbah farmasi ini menjadi salah satu sumber polutan yang cukup fenomenal di Indonesia. Oleh sebab itu, perlu diadakannya penanganan khusus untuk mengatasi persoalan ini. Jika ingin mengetahui lebih lanjut terkait dengan pengelolaan limbah ini, berikut adalah beberapa poin pentingnya.

Seberapa Penting Pengelolaan Limbah Industri Farmasi Itu?

Limbah industri farmasi merupakan produk-produk yang sudah lagi tidak dapat digunakan kembali. Hal ini dikarenakan produk mengalami cacat, terkontaminasi atau bahkan kadaluarsa. Limbah industri farmasi juga merupakan produk obat-obatan atau bisa disebut dengan produk kefarmasian.

Di negara Indonesia sendiri, limbah farmasi menjadi salah satu sumber pencemaran yang sudah sangat fenomenal. Pastinya hal ini menjadi suatu bentuk pertimbangan yang perlu untuk dicermati hingga proses pengelolaan limbah industri farmasi bisa ditangani dengan baik.

Lebih kacau nya lagi, di dalam limbah industri ini tentunya juga meliputi berbagai macam peralatan medis. Yang mana, jika tidak dilakukan pengelolaan yang baik, terdapat banyak sekali oknum yang akan menyalahgunakannya.

Seperti yang telah diketahui bahwa, setiap peralatan medis hanya bisa digunakan satu kali pakai saja. Apabila sampai digunakan kembali tentunya dapat mengancam kesehatan penggunaannya.

Pengelolaan Limbah Industri Farmasi di Indonesia

Di masa sekarang ini, masih sangat sering ditemukan limbah farmasi yang belum mendapatkan perhatian dan penanganan khusus. Jika dilihat dari karakteristiknya, limbah farmasi ini termasuk ke dalam jenis limbah B3.

Yang mana limbah B3 termasuk ke dalam jenis obat-obatan yang sudah tidak bisa digunakan dan sangat butuh melalui tahap pengelolaan khusus. Pasalnya, jenis limbah ini secara langsung atau tidak langsung dapat menyebabkan pencemaran juga merusak lingkungan.

Bahkan bisa saja keberadaan limbah tersebut akan mengancam kesehatan manusia serta makhluk hidup yang lainnya. Dengan maraknya permasalahan terkait dengan limbah obat-obatan ini membuat banyaknya penjualan obat berkedok harga yang sangat murah.

Lebih membahayakannya lagi, banyak oknum tidak bertanggung jawab yang merubah tanggal kadaluarsa pada label obat. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman pihak terkait akan peraturan dan juga persyaratan dalam penanganan limbah.

Oleh sebab itu, perlu adanya pemberantasan akan penyalahgunaan limbah farmasi ini. sekaligus mengupayakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk menciptakan budaya baru dengan membuang sampah obat kadaluarsa dan di rusak dengan benar.

Wujud Limbah Industri Farmasi yang Perlu Diketahui

Meskipun jika dilihat secara garis besar keberadaan industri farmasi ini mempunyai banyak sekali manfaat sekaligus keuntungan. Akan tetapi, tetap saja keberadaan limbah industri yang dihasilkan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Industri farmasi juga tetap saja menghasilkan limbah yang berasal dari sisa-sisa kegiatan industri tersebut. Hal inilah yang menjadi efek samping yang tidak bisa terbantahkan sama sekali. Sebelum mengetahui bagaimana cara pengelolaan limbah farmasi, tentu perlu nih untuk mengetahui terlebih dahulu apa saja wujud limbah industri farmasi itu.

  1. Limbah dengan Wujud Cair

Wujud limbah farmasi yang pertama yakni berupa cairan. Hal ini umumnya dihasilkan pada saat proses pencucian peralatan laboratorium, sanitasi karyawan, sanitasi ruangan, serta limbah cair sisa pembakaran.

  1. Limbah dengan Wujud Padat

Selanjutnya yaitu dengan berupa wujud padatan. Di dalam kegiatan industri yang berlangsung setiap hari ini tentunya menghasilkan tumpukan limbah yang terbilang sangat banyak. Dengan begitu, setiap limbah tersebut haruslah melalui tahapan pengelolaan limbah industri farmasi yang baik dan benar.

  1. Limbah dengan Wujud Gas

Wujud limbah farmasi yang terakhir yaitu dengan wujud gas. Limbah jenis ini merupakan material yang dapat berupa uap ataupun debu. Yang mana limbah tersebut umumnya dihasilkan pada saat proses produksi atau berasal dari uap lemari asam pada laboratorium.

Proses Pengelolaan Limbah Industri Farmasi yang Aman dan Tepat

Nah kali ini sampailah pada topic pembahasan terkait dengan pengelolaan limbah farmasi yang baik dan benar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa limbah yang dihasilkan dari industri farmasi ini terdapat beberapa jenis. Diantaranya yaitu dalam wujud berupa gas, padat ataupun berupa limbah cair.

Oleh sebab itu, pengelolaan yang akan dilakukan juga perlu untuk membedakan berdasarkan jenis dan juga materialnya. Berikut ini akan dijelaskan secara runtut terkait dengan pengelolaan limbah industri berdasarkan wujudnya.

  1. Mengolah Limbah Berupa Padatan

Limbah industri farmasi berupa padatan umumnya dapat berupa obat-obatan, injeksi, alat-alat kesehatan dan masih banyak yang lainnya. Dengan adanya perbedaan karakteristik ini, maka juga terdapat pembeda pula pada tahap penanganannya.

Beberapa jenis limbah industri yang telah dihasilkan oleh pabrik sebaiknya dilakukan proses penyimpanan terlebih dahulu. Kemudian dilakukan tahap pemilahan sebelum akhirnya dibuang.

Dalam tahap ini, Anda perlu untuk memilah jenis limbah sesuai dengan sifat dan juga karakteristiknya. Misalnya saja defan memisahkan sampah tersebut yang sesuai dengan sifat mudah terurai atau tidak mudah terurai. Sdi samping itu, dalam sebuah industri sebaiknya mempunyai tempat penampungan khusus yang telah memenuhi standar.

Sebagai tambahan, jika termasuk ke dalam jenis limbah B3, alangkah lebih baik jika melalui tahap penyimpanan selama 90 hari. Pasalnya, kandungan zat kimia yang ada pada limbah tersebut tentunya sangat berbahaya apabila mengendap terlalu lama tanpa adanya proses pengelolaan terlebih dahulu.

Setelah itu, yakni dengan melalui tahap pengangkutan, pengolahan hingga sampai pada tahap pemusnahan limbah. Cara ini akan menjadi sangat efektif untuk mengurangi polutan akibat dari limbah industri farmasi.

  1. Mengolah Limbah Berupa Gas

Keberadaan limbah farmasi dengan wujud gas dapat memberikan dampak negatif berupa penurunan kualitas udara yang ada di sekitar area pabrik. Tentunya, hal ini sangat membahayakan kesehatan makhluk hidup yang ada di sekitar area tersebut. Terutama jika terpapar secara terus menerus oleh limbah gas yang dihasilkan.

Berbagai macam risiko yang bisa ditimbulkan ini apabila dilakukan secara terus menerus bisa saha menyebabkan keracunan dan kerusakan organ pernapasan. Bahkan dengan kedua hal tersebut bisa saja mengakibatkan kematian.

Oleh sebab itu, sangat perlu dilakukan pengelolaan limbah industri farmasi dengan cara dan teknik yang benar. Salah satunya yaitu dengan memasang beberapa alat yang mampu mengurangi kuantitas dari limbah gas tersebut.

Misalnya saja dengan melengkapi industri dengan cerobong asap ataupun dengan menggunakan berbagai jenis alat yang mendukung di dalam pabrik tersebut. Dengan begitu, limbah gas akan berkurang secara teratur dan meminimalisir penurunan kualitas udara yang ada di sekitar pabrik. 

  1. Mengolah Limbah Berupa Cairan

Pada dasarnya, limbah industri farmasi berupa cairan ini akan mengandung BOD juga COD serta kadar fenol yang cukup tinggi. Sehingga, cairan tersebut dapat dibilang mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya.

Beberapa pengelolaan limbah farmasi yang bisa dilakukan yakni dengan membuat sumur drainase, dan melakukan proses pemisahan pada limbah cair. 

Itulah penjelasan singkat terkait dengan pengelolaan limbah industri farmasi yang saat ini tengah ramai diperbincangkan. Mengingat bahwa di dalam industri ini terdapat banyak sekali bahan-bahan kimia serta peralatan medis yang sangat berbahaya untuk lingkungan juga kesehatan. Qyusi Global Indonesia mampu berikan konsultasi dan penanganan terhadap limbah perusahaan anda, silahkan hubungi team profesional kami di Hotline 021 – 29835753