WHO Serukan Keselamatan Nakes

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan sudah terlalu banyak dokter dan perawat yang membayar mahal atau mempertaruhkan nyawanya saat memerangi pandemi virus corona Covid-19. WHO pada Kamis (17/9) menyerukan keselamatan para tenaga kesehatan (nakes), saat meluncurkan piagam yang bertujuan meningkatkan keselamatan untuk para nakes.

“Pandemi Covid-19 sudah mengingatkan kita semua mengenai peran penting yang dimainkan petugas kesehatan untuk meringankan penderitaan, dan menyelamatkan nyawa. Kita semua berutang pada pekerja kesehatan yang sangat besar, bukan hanya karena mereka merawat yang sakit, tetapi karena mereka mempertaruhkan nyawa mereka sendiri saat menjalankan tugas,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam jumpa pers virtual, yang dikutip oleh AFP.

Menurut badan kesehatan yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, pandemi Covid-19 telah membuat petugas kesehatan dan keluarganya terpapar pada tingkat risiko luar biasa.

Meskipun krisis virus corona sudah memakan banyak korban secara keseluruhan, data dari banyak negara dan wilayah menunjukkan bahwa petugas kesehatan sudah terinfeksi pada tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada populasi umum.

Sebagai informasi, jumlah petugas kesehatan mewakili kurang dari 3% populasi di sebagian besar negara, dan kurang dari 2% di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun diketahui hanya sekitar 14% dari semua kasus Covid-19 yang dilaporkan ke WHO.

“Di beberapa negara, proporsinya mencapai 35%,” demikian menurut pernyataan WHO.

Pada Rabu (16/9), Dewan Perawat Internasional atau International Council of Nurses menyatakan terdapat ribuan perawat diperkirakan meninggal saat memerangi pandemi Covid-19. Catatan tersebut merujuk pada 44 negara yang melaporkan 1.097 kematian pada pertengahan Agustus.

Menurut WHO, risiko yang dihadapi petugas kesehatan tidak sekadar fisik, melainkan juga pada tingkatan stres psikologis yang luar biasa pada petugas kesehatan. Pasalnya mereka sudah diminta untuk bekerja dalam waktu lama, menghabiskan waktu berjam-jam memerangi Covid-19, dan terus-menerus hidup dalam ketakutan untuk terinfeksi.

Di samping itu, banyak dari para petugas kesehatan yang hidup terpisah dari keluarganya, dan menghadapi stigma sosial di tengah ketakutan mereka membawa virus.

Ketegangan tersebut dapat meningkatkan kemungkinan depresi di kalangan profesional medis. Mereka lebih berisiko untuk melakukan tindakan bunuh diri dibandingkan masyarakat umum di sejumlah negara, sebelum pandemi.

“Satu dari empat petugas kesehatan yang disurvei untuk studi baru-baru ini mengatakan, bahwa mereka mesti berjuang melawan depresi dan kecemasan di tengah pandemi. Sedangkan satu dari tiga petugas kesehatan mengaku menderita insomnia,” papar WHO.

Dalam piagamnya yang dipresentasikan Kamis, WHO menekankan kewajiban hukum dan moral yang mesti dimiliki pemerintah untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja kesehatan.

Piagam tersebut antara lain menyerukan kepada negara-negara untuk mengembangkan program yang lebih melindungi kesehatan dan keselamatan pekerja medis, dan menggabungkannya dengan kebijakan keselamatan pasien.

Piagam tersebut juga menyerukan kebijakan yang lebih baik untuk melindungi petugas kesehatan dari tindak kekerasan di tempat kerja, dan meningkatkan akses ke bantuan kesehatan mental. Piagam ini menuntut adanya standar minimum bagi keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, serta untuk keselamatan kerja yang diterapkan di semua fasilitas perawatan.

“Akses ke alat pelindung diri (APD), serta pelatihan yang memadai mengenai cara menggunakan peralatan tersebut dengan aman juga harus dijamin. Tidak ada negara, rumah sakit atau klinik yang dapat menjaga keamanan pasiennya kecuali jika petugas kesehatannya tetap aman,” ujar Tedros.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda