Membudayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus ada kerja sama dan sinergi antara stakeholder, kementerian, serikat pekerja, pekerja, asosiasi, pengusaha dan juga dunia akademik. Hal ini dijelaskan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia, Ida Fauziyah.
“Saya Menaker, sangat menghormati kegiatan festival bulan K3 ini, para akademisi dan mahasiswa menjadi motor penggerak semua pihak tersebut,” jelas Menaker, dalam webinar nasional K3 yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), (2/3).
Menaker mengapresiasi langkah Unusa yang telah melaksanakan kerja sama dengan perusahaan dalam rangka meningkatkan upaya kolaborasi dan sinergi dalam berbagai kegiatan.
“Ini cukup bagus untuk kerja sama dan sinergi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Unusa,” imbuhnya.
Budaya K3 memang sudah direncanakan, namun kecelakaan kerja di Indonesia masih relatif tinggi. Merujuk data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2019 terdapat 114 ribu kasus kecelakaan kerja. Tahun 2020 angka ini meningkat, di mana pada rentang Januari hingga Oktober 2020, BPJS Ketenagakerjaan mencatat terdapat 177 ribu kasus kecelakaan kerja.
Untuk itu, Menaker Ida menjelaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2021 menjadi semangat dan langkah awal seluruh stakeholder ketenagakerjaan untuk membudayakan kesadaran budaya K3 di semua sektor industri, guna meminimalisir kecelakaan kerja.
Selain Menaker, dalam webinar tersebut hadir pula Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng Rektor Unusa, Edi Priyanto Direktur SDM Pelindo 3, dan Muslikha Nourma Rhomadhoni, Kaprodi K3 Unusa dalam forum tersebut.
Achmad Jazidie menegaskan, perubahan zaman sangatlah cepat, revolusi industri saat ini masuk tahap keempat atau era 4.0, di mana perubahan besar-besaran terjadi di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi. Dengan adanya webinar tersebut, menerapkan Hima K3 Unusa dapat melihat peluang dan kesempatan untuk mengampanyekan budaya K3 dari rumah masing-masing.
ADVERTISEMENT
“Teman-teman mahasiswa dari Hima K3 Unusa ini sangat cerdik dan cerdas mengambil tema penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya K3 pada semua sektor usaha dalam merayakan bulan K3 Nasional ini,” ujarnya.
Sementara itu Edi Priyanto mengungkapkan, dalam membudayakan K3 perlu pendekatan secara individu. Di mana leader harus mampu dalam melebarkan potensi tim serta menggali permasalahan yang dihadapi dengan couching dan counseling yang baik.
Senada, Muslikha Nourma Rhomadhoni menegaskan perilaku budaya K3 tidak bisa diciptakan sendiri oleh perusahaan tapi juga perlu peran dari semua pihak seperti pekerja, pemimpin yang menggerakan tim untuk melaksanakan budaya K3 di tempat kerja.
“Pentingnya melakukan program k3 di perusahaan tidak hanya dilakukan saja tetapi juga dilakukan evaluasi sehingga menjadi evaluasi ke depannya,” tukasnya.
Membudayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus ada kolaborasi antara stakeholder, kementerian, serikat pekerja, pekerja, asosiasi, pengusaha dan dunia akademik. Hal ini diungkapkan Menaker Ida Fauziyah. #publisherstory
Menaker Ida Fauziyah dalam webinar nasional K3 yang digelar Himpunan Mahasiswa (Hima) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Sumber : Kumparan

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda ? Hubungi Qyusi Global saja.