Audit Eksternal SMK3

Sertifikasi SMK3

Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih besar serta semakin menakutkan. Dikutip web pikiran- rakyat. com pada 15 Januari 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial( BPJS) Ketenagakerjaan mencatat, pada tahun 2018 angka musibah kerja dilaporkan mencapai 173. 105 perkara. Angka ini lebih besar 40% dibanding permasalahan pada 2017 hanya menggapai 123 ribu permasalahan aja.

Dikutip koran- jakarta. com, organisasi buruh dunia( ILO) kesekian kali melaporkan, standar keselamatan kerja di Indonesia masuk dalam peringkat kurang baik. Tidak dapat dipungkiri masih banyak industri negara ini memberlakukan tata kelola K3 asal- asalan. Lemahnya pelaksanaan serta pengawasan terus menjadi memperparah kondisi.

Tingginya kecelakaan kerja menggambarkan gejala pelaksanaan SMK3 yang begitu kurang baik. Butuh memperhitungkan serta mengukur pencapaian pelaksanaan SMK3 di tiap industri untuk mengenali keefektifannya. Lewat evaluasi pelaksanaan SMK3 ataupun audit SMK3 hendak dikenal apakah program K3 yang sudah dilaksanakan sesuai dengan regulasi.

Bagi PP No 50 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan SMK3, audit SMK3 merupakan pengecekan secara sistematis serta independen terhadap pemenuhan kriteria yang sudah diresmikan buat mengukur suat hasil aktivitas yang sudah direncanakan serta dilaksanakan dalam pelaksanaan SMK3 di industri.

Penerapan audit SMK3 bertujuan untuk meyakinkan tingkatan pencapaian pelaksanaan serta pengembangan serta kinerja K3 di suatu industri sesuai dengan SMK3 serta ketentuan- ketentuan hukum yang berlaku. Sederhananya, audit SMK3 dilakukan untuk mengukur daya guna dari penerapan sesuatu sistem buat jangka panjang.

Berikut Guna Audit SMK3:

• Pihak manajemen mampu mengenali kelemahan- kelemahan tiap faktor dalam SMK3 untuk menghindari munculnya kendala operasional, musibah, insiden, serta kerugian- kerugian.

• Mengetahui gambaran- gambaran secara jelas serta lengkap tentang kinerja K3 di industri.

• Meningkatkan pemenuhan terhadap peraturan perundang- undangan bidang K3.

• Meningkatkan pengetahuan, keahlian, serta pemahaman tentang K3, spesialnya untuk pekerja yang ikut serta dalam penerapan audit.

• Meningkatkan produktivitas kerja.

Intinya, dalam pelaksanaan SMK3, tiap industri wajib mempunyai program penerapan K3 yang secara periodik melaksanakan proses penilaian serta pemeliharaan yang pula mengaitkan kedudukan aktif dan pekerja, tercantum mengaitkan auditor independen K3 di dalam proses pengawasannya.

Industri harus mengukur, memantau, serta mengevaluasi kinerja K3 dan melaksanakan revisi serta penangkalan, ialah dengan melaksanakan audit eksternal SMK3 lewat lembaga audit yang ditunjuk pemerintah.

Apa Itu Audit Eksternal SMK3 Serta Siapa Yang Berwenang Melaksanakan Audit?

Anda Butuh Konsultan SMK3? silahkan hubungi kami

Audit eksternal SMK3 merupakan audit SMK3 yang diselenggarakan oleh lembaga audit dalam rangka evaluasi pelaksanaan SMK3 di industri. Sebaliknya dalam penerapannya, audit eksternal hendak dicoba oleh auditor SMK3 yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal.

Lembaga Audit SMK3

Lembaga audit merupakan tubuh hukum yang ditunjuk oleh Menteri buat melakukan audit eksternal SMK3. Berikutnya lembaga audit SMK3 yang memperoleh keputusan penunjukan oleh Menteri memiliki kewajiban serta larangan yang wajib dipatuhi.

Kewajiban

• Menaati syarat peraturan perundang- undangan di bidang K3

• Melaksanakan audit SMK3 setimpal dengan syarat peraturan perundang- undangan

• Menjaga kerahasiaan industri yang diaudit

• Melaporkan hasil audit SMK3 kepada Menteri, industri yang diaudit serta Dinas Provinsi.

Kewajiban Auditor SMK3

Auditor SMK3 memiliki kewajiban:

• Melaksanakan audit SMK3 setimpal dengan syarat peraturan perundang- undangan

• Merahasiakan hasil audit SMK3 kepada pihak- pihak yang enggak berkepentingan

• Mematuhi peraturan K3 di industri.

Kewenangan Auditor SMK3

Auditor SMK3 memiliki kewenangan:

• Memasuki seluruh tempat kerja yang terpaut dengan audit SMK3

• Memberikan evaluasi hasil audit SMK3

• Meminta industri membagikan penjelasan, menampilkan dokumen, serta sediakan petugas pasangan dalam penerapan audit SMK3

• Menghentikan penerapan audit SMK3 apabila belum terdapat sistem yang dibentuk serta/ ataupun kondisi yang membahayakan auditor SMK3.

Tahapan Audit Eksternal SMK3

Penerapan audit SMK3 lewat audit eksternal SMK3 dicoba bersumber pada jenis:

• Penilaian tingkatan dini dengan pemenuhan terhadap 64 kriteria

• Penilaian tingkatan transisi dengan pemenuhan terhadap 122 kriteria

• Penilaian tingkatan lanjutan dengan pemenuhan terhadap 166 kriteria

Catatan: Data kriteria pada tingkatan pelaksanaan SMK3 yang lebih rinci tercantum dalam PP No 50 Tahun 2012.

Industri yang hendak melaksanakan audit eksternal SMK3 wajib mengajukan permohonan audit SMK3 kepada lembaga audit SMK3 yang sudah ditunjuk Menteri. Dalam perihal ini, lembaga audit SMK3 harus membikin perencanaan penerapan audit SMK3 serta mengantarkan kepada Menteri ataupun Direktur Jenderal dengan kopian di informasikan kepada Dinas Provinsi.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda