Perbedaan Sertifikasi ISO Akreditasi dan Non Akreditasi

Qyusi consulting konsultan ISO nomor 1 indonesia

Bagi suatu perusahaan, mendapatkan sertifikasi ISO yang terakreditasi adalah suatu hal yang sangat penting untuk mereka lakukan. Sertifikasi ISO saat ini menjadi incaran banyak perusahaan karena faktor tertentu. Biasanya dalam dunia bisnis, perusahaan satu akan saling bersaing dengan perusahaan kompetitor untuk bisa mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Tak hanya itu, dengan sertifikasi ISO maka perusahaan juga bisa berkesempatan untuk masuk ke perdagangan yang bersifat internasional.

Namun sebelum itu, Anda harus paham terlebih dahulu apa itu ISO Akreditasi dan Non Akreditasi. Secara umum, ISO Akreditasi adalah sebuah lembaga yang hingga sekarang masih banyak dicari guna membantuk proses melakukan audit suatu perusahaan yang nantinya, perusahaan itu dapat diakui dan tentunya memiliki standart internasional. Namun, saat ini semakin banyak perusahaan yang membutuhkan sertifat ISO dan berakhir munculnya lembaga-lembaga ISO Non Akreditasi. Anda yang ingin memiliki sertifikat ISO juga harus berhati-hati dan secermat mungkin memilih lembaga tersebut.

Dalam dunia sertifikasi ISO, ada juga yang dikenal sebagai jasa ISO yang merupakan jasa yang bisa membantu perusahaan untuk bisa melancarkan proses sertifikasi ISO. Dengan adanya jasa ISO ini, sebuah perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi ISO akan didamping oleh jasa tersebut mulai dari tahap persiapan sampai proses akhir pengajuan sertifikasi ISO dengan lebih mudah. Tak mengherankan mengapa banyak perusahaan yang mengincar sertifikat ISO karena mereka ingin mendapat kepercayaan konsumen lebih penuh.

Berbicara tentang sertifikat ISO, pembahasan sebelumnya sudah banyak menyinggung tentang Akreditasi dan Non Akreditasi. Sebenarnya, apa perbedaan antara kedua jenis sertifikat ISO tersebut? Untuk mendapatkan jawaban pastinya, berikut beberapa poin pembeda antara sertifikasi ISO Akreditasi dan Non Akreditasi versi kami.

Perbedaan Sertifikasi ISO Akreditasi dan Non Akreditasi

Pada umumnya, perbedaan antara kedua sertifikasi ISO ini, bisa dilihat dari berbagai aspek. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa perbedaan antara sertifikasi ISO Akreditasi dan Non Akreditasi dengan melihat dari berbagai aspek, antara lain:

  1. Aspek Biaya

 Perbedaan pertama yang paling terlihat antara sertifikasi ISO Akreditasi dan Non Akreditasi ada pada biayanya. Perbedaan biaya ini sangat terlihat jelas antara kedua jenis sertifikasi ISO tersebut. Mengingat lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi akan mengacu pada IEC atau ISO 17011 yang mana hal tersebut akan membuat biaya sertifikasi lebih mahal daripada ISO Non Akreditasi. Kualitas serta kekuatan sertifikat yang perusahaan Anda peroleh sesuai dengan biaya yang akan kamu keluarkan nantinya.

Dari sini terlihat jelas bahwa biaya sertifikasi di lembaga yang sudah diakreditasi atau ISO Akreditasi akan lebih mahal dari pada yang Non Akreditasi. Pada lembaga ISO Non Akreditasi, harga yang ditawarkan memang lebih murah, namun fungsinya cukup terbatas karena belum ada kredibilitasnya.

  • Kredibilitas Terjamin

Perbedaan kedua juga terletak pada kredibilitas dari kedua ISO tersebut. ISO Akreditasi sudah terjamin kredibilitaskan karena telah melewati berbagai assessment atau penilaian dari lembaga-lembaga akreditasi. Penilaian yang dilakukan oleh lembaga akreditasi itu bisa membuat kredibilitas dari ISO Akreditasi tersebut terjamin.

Berbeda denngan ISO Non Akreditasi, yang mana kredibilitasnya perlu dipertanyakan alias tidak terjamin. Selain itu, Anda juga tidak bisa memastikan secara jelas bagaimana kredibilitas sebuah lembaga terjamin atau tidak. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah kemampuan yang memumpuni belum ada di lembaga Non Akreditasi untuk bisa melakukan sertifikasi ISO.

  • Implementasi IEC atau ISO 17021:2011

Selanjutnya, perbedaan yang ketiga antara ISO Akreditasi dan ISO Non Akreditasi terletak pada implementasi terhadap ISO/IEC 17021:2011. Implementasi tersebut pada lembaga ISO dinilai sangat penting peranannya karena ISO bisa menunjukkan pengakuan dari lembaga yang sudah memiliki akreditasi resmi. 

Ketika sertifikat ISO perusahaan milik Anda telah dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi ISO yang terakreditasi, maka hal tersebut bisa mendukung sebuah kesuksesan dari perusahaan Anda terutama dalam hal kompetisi baik di tingkat nasional atau internasional. 

  • Logo Akreditasi

Biasanya, sertifikasi ISO Akreditasi tentu memiliki logo lembaga yang menandahakan bahwa mereka telah terakreditasi dan dijamin kredibilitasnya. Sebaliknya, sertifikasi ISO Non Akreditasi tidak terdapat logo yang menunjukkan bahwa lembaga tersebut sudah diakreditasi atau belum. Inilah alasan juga mengapa lembaga yang menyediakan sertifikasi ISO Non Akreditasi memiliki biaya yang lebih murah daripada lembaga sertifikasi ISO Akreditasi.

Agar tidak salah memilih, perusahaan yang ingin mendapatkan sertifikasi ISO dianjurkan untuk berkonsultasi dulu dengan jasa yang biasa disebut jasa ISO. Karena dengan melakukan konsultasi bersama jasa ISO, Anda bisa dibantu untuk memilih lembaga ISO terakreditasi dan pastinya juga profesional. Selain itu, jasa ISO juga siap membantu perusahaan Anda dalam menyiapkan segala kebutuhan yang nantinya akan menjadi persyaratan untuk sertifikasi ISO di lembaga tersebut. Dengan begitu, proses audit juga akan berjalan dengan lancar. 

Lalu, di bawah ini kami juga akan memberikan sekilas informasi bagaimana cara memilih lembaga ISO untuk proses sertifiksi. Karena beberapa orang menganggap remeh tips ini dengan alasan mereka bisa memilih lembaga ISO dengan hanya sekali pilih saja. Padahal, tahap memilih lembaga ISO ini merupakan tahapan yang sangat penting dan tidka boleh disepelekan. Berikut tips dan cara memilih lembaga ISO yang benar.

  1. Menyeleksi lembaga ISO guna mendapatkan lembaga yang benar-benar tepat. Jangan suka memilih lembaga ISO sembarangan dan terkecoh dengan penawaran harga yang murah. Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa penawaran yang murah tidak menjamin kredibilitas dan kualitas dari auditnya. 
  2. Memastikan bahwa lembaga ISO yang akan Anda pilih telah mengimplementasikan IEC atau ISO 17021:2011 yang merupakan standar pengakuan akreditasi yang resmi.
  3. Saat memilih lembaga ISO, Anda harus memastikan terlebih dahulu apakah lembaga ISO tersebut telah resmi terakreditasi walaupun tidak wajib. Namun, reputasi lembaga serta perusahaan, memiliki peranan yang sangat penting. Tak hanya itu juga, akreditasi juga dapat menjadi jaminan kredibilitas dan kompetensi lembaha ISO itu hingga bisa dipertanggungjawabkan.
  4. Jangan hanya melihat biaya saja, melainkan juga melihat kualitas dari lembaga ISO itu sendiri. Jika Anda memang sudah ingin menargetkan sertifikasi ISO yang Akreditasi, maka jangan pernah terkecoh dengan penawaran yang murah dan di bawah standar. Karena biasanya lembaga ISO Akreditasi memiliki penawaran biaya yang lebih mahal daripada lembaga ISO Non Akreditasi.

Itulah sekilas informasi singkagt yang dapat kami sampaikan dari penjelasan di atas mengenai perbedaan sertifikasi ISO Akreditasi dengan sertifikasi ISO Non Akreditasi. Kesimpulannya, kedua lembaga sertifikasi ISO tersebut berbeda baik dari aspek biaya, logo, kredibilitas, hingga implementasi terhadap ISO/IEC 17021:2011. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memilih lembaga ISO yang benar. Jasa ISO juga bisa Anda gunakan untuk membantu memilih lembaga ISO yang dijamin memiliki kredibilitas serta sertifikasi sah.

Qyusi Consulting dapat membantu perusahaan anda untuk mendapatkan sertifikat ISO terbaik silahkan hubungi team marketing kami untuk informasi lebih lanjut