Rumah Baru Baim Wong Harus Direnovasi ulang, Paula Tegaskan Tak Mau Tinggal Gegara Pondasi.

Rumah Baru Baim Wong Harus Direnovasi ulang, Paula Tegaskan Tak Mau Tinggal Gegara Pondasi.

Kurang lebih delapan bulan berjalan, proses pembangunan rumah baru pasangan artis Baim Wong dan Paula Verhoeven masih jalan di tempat serta tidak ada perubahan sedikitpun. Akhirnya ayah Kiano Tiger Wong itu pun memecat seluruh pekerja, selain itu ia bertindak tegas sekaligus berkonsultasi dengan orang-orang dari jasa penyedia kontraktor.

Mendengar hal ini, istri Baim Wong, Paula Verhoeven tak tinggal diam. Meski tak mengontrol tahap pembangunan secara langsung, Paula mengaku geram karena rumah impiannya tak pernah selesai.

Paula berinisiatif turun langsung ke lapangan mengecek pembangunan rumahnya. Momen ini terungkap dalam unggahan Channel youtube Baim Paula berjudul PAULA SAMPE NGECEK SENDIRI KE LAPANGAN ‼️ GA MAU DIBOHONGIN LAGI SAMA PEKERJA, Minggu (2/5/2021).

“Rumah gak sampe 1.000 meter, yang kerja 30an orang tapi gak jadi-jadi, gimana tuh bosque bingung kan,” kata Paula Verhoeven. Indikasi penipuan oleh pihak arsitek dan kontraktor pun mencuat, Paula sebut komunikasi dari kedua sudah tak berjalan baik.

Padahal dirinya sudah membayangkan dalam kurun waktu beberapa bulan, sudah ada progres pembangunan yang terlihat.

“Malahan kemarin aku denger pondasinya dikurangin speknya, aku sempet takut juga, aku bilang gak mau tinggal disitu kalau speknya masih 250,” ujar Paula. “Katanya sih aman aja kalau gak ada gempa, tapi kan gak ada yang tahu misal 10 tahun ada gempa, tiba-tiba ketiban apes, belum lagi masih ada anak kecil,” imbuhnya.

Ketika sampai di rumah baru, Paula langsung masuk ke area pembangunan dan berbincang dengan tim kontraktor. Fakta yang ia dapati, bagian dari struktur rumah yang salah harus digali lagi.

“Dibuka dulu, dibongkar dulu baru nanti bor pilenya, bor pile nya itu menurut manajemen konstruksi K250, padahal harus 300, kemungkinan nanti ada penambahan bor pile,” ucap pihak kontraktor, bayu.

Pembangunan rumah baru tersebut pun dimulai dari nol lagi.

“Prediksinya selesai kapan itu mas?” tanya Paula. “Sekitar 10 bulan hingga 1 tahun,” ucap Bayu.

Mandeknya pembangunan rumah Baim Paula lantaran metode kerja dan perencanan penyelesaian yang digunakan kurang tepat. Usai ngobrol tentang pembangunan rumah, Paula menelepon Baim untuk mengabarkan kondisi terkini rumah barunya.

Paula pun membandingkan para pekerja yang baru hanya 10 orang dari pekerja lama berjumlah 37 orang. Secara sistem perencanaan, yang lama memang tidak efisien.

Baim pun mencoba ikhlas dan tak ingin menyalahkan siapapun.

“Gak bisa nyalahin orang lah, anggap aja pelajaran, nanti kita dosa nyalahin orang terus,” ucap Baim Wong. Sebelumnya, Baim Wong dibuat geram kala mendapati fakta perihal pembangunan rumah barunya itu.

Sudah hampir satu tahun belakangan Baim diketahui sedang membangun rumah baru di salah satu kawasan elit di daerah Jakarta.

Tak mau memberikan Paula dan anak – anaknya rumah yang biasa, Baim sampai rela untuk meruntuhkan bangunan rumah yang sebelumnya telah berdiri demi membangun hunian mewah yang sesuai dengan keinginannya.

Namun sayang walau sudah berjalan selama beberapa bulan, kemajuan pembangunan rumah barunya itu belum juga terlihat, padahal ia telah mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Selain itu Baim juga telah menunjuk arsitek profesional serta manajemen konstruksi untuk mengawasi pekerjaan tukang agar menunjang pembangunam rumahnya berjalan cepat.

Mengingat sebentar lagi ia dan Paula juga akan menyambut kehadiran anak kedua mereka. Dilansir melalui video yang diunggah di kanal youtube Baim Paula, Kamis (22/4/2021) Baim justru dibuat geram kala melihat secara langsung proses pembangunan rumahnya yang tak juga mengalami peningkatan.

“Makanya nanti dimeetingin dulu aja soalnya ini gambar ini sama yang kita mau dulu itu beda,” ujar Mul yang mengurusi pembangunan rumah Baim.

Perubahan itulah yang akhirnya membuat beberapa bangunan di rumah baru Baim harus kembali dibongkar lantaran ada sejumlah kesalah dan perbedaan yang akhirnya harus kembali menelan waktu dan biaya yang lebih banyak.

“Disini kan gak dibongkar, tapi gambar denah distruktur itu di sini,” tambah Mul. “Coba nanti kita bahas itu ya, gak bisa deh nih, ” sahut Baim.

“Jadi di gambar strukturnya itu tidak terlihat pak, di gambar arsiteknya itu di belakang ternyata itu apa remnya, di gambar struktur di sini ya jadi beda,” tambah pengawas pembangunan rumah Baim yang lainnya. Akhirnya untuk membicarakan kesalahan yang terjadi pada proses pembangunan rumahnya itu, Baim mengumpulkan arsitek, MK, serta pengawas pembangunan yang direkrutnya.

“Jadi gini setelah kita lihatin gambarnya Pak Baim, ini area sini itu kita udah ke cor, dari gambar ini itu lebih kecil dari ukuran yang Pak Baim mau jadi garasi yang sekarang ini itu ibaratnya lebih kecil, harusnya beberapa cm lagi,

ini memang harus kita bongkar kenapa supaya dinding sama balok itu nanti di sini pak, akan ada baja penghubung pak melintang karena ini ada kolom, mau gak mau ini memang harus kita bongkar jadinya,” jelas kontraktor rumah Baim.

“Jadi ini gimana? Di lapangannya juga kasihan bingung harus gimana,” respon Baim. Ia pun turut mengeluhkan perihal biaya serta waktu yang sudah cukup banyak dikeluarkan namun tak berjalan lurus dengan pembangunan rumahnya yang masih mengalami banyak kendala.

“Kita bingung jadinya costnya tinggi banget, Iya gimana tuh om jadi semuanya nih dibantai cuman perencanaan awal kan kita gak mau bongkar nih sebenarnya,” ujar Baim.

Disimpulkan akan memakan waktu pembangunan selama satu tahun, Baim meminta agar rumahnya itu dapat selesai lebih dekat mengingat ia telah menunggu selama kurang lebih 8 bulan.

“Gak bisa dipercepat gitu udah berapa bulan ini, lama banget ini kita lama banget udah,” tambahnya lagi.

Sumber : Banjarmasin Tribun News

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda? Hubungi Qyusi Global Indonesia saja