Strategi Perusahaan Bertahan Selama Corona

Konsultan SMK3

Dampak krisis ekonomi global akibat pandemi virus corona sudah merambat ke Indonesia, sehingga mendorong perusahaan menerapkan strategi langkah bertahan di masa sulit ini. Presiden Joko Widodo juga meminta perusahaan agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Kementerian terkait seperti Kementerian Perindustrian, telah ditunjuk oleh presiden untuk melakukan tindakan guna menghimbau para pengusaha. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengusaha di berbagai sektor industri mengalami pukulan yang sangat besar akibat pandemi Virus Corona.

Pemberlakuan work from home (WFH), shifting karyawan sampai pivot core bisnis menjadi menjadi pilihan bertahan agar “kapal tetap berlayar” di tengah badai krisis perekonomian global. Kendati menghadapi dilema, perusahaan juga berusaha mengikuti himbauan pemerintah agar tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

Bagaimana agar tetap bertahan di tengah gempuran ketidakpastian?

Perubahan yang terjadi memberikan efek yang besar terhadap konsumen dan produsen. Dampak-dampak tersebut tampak dari kebiasaan sehari-hari, di tempat kerja, dan penggunaan teknologi yang meningkat. Orang-orang yang awalnya kerap mengunjungi kafe, restoran, dan tempat-tempat perbelanjaan, kini lebih memilih untuk berbelanja, membeli makanan dan minuman via online. Hal ini turut terlihat dari meningkatnya penggunaan layanan pesan antar online selama wabah virus corona berlangsung. 

Banyak perusahaan startup juga mengencangkan ikat pinggang agar tetap bertahan.  Krisis ini sayangnya tidak akan berakhir dalam waktu yang cepat. Startup harus benar-benar memonitor kondisi keuangan/cash flow-nya agar tetap bisa bertahan melalui masa krisis ini. Belum ada yang bisa menebak kapan tingkat konsumsi masyarakat dan perekonomian bisa bangkit kembali. Jadi, berbagai upaya untuk cost dan budget-control perlu dilakukan secara efektif, sebisanya hingga akhir tahun ini. Namun di satu sisi juga penting untuk bisa beradaptasi, mencari kesempatan apa yang bisa diraih di masa perubahan ini. Misal dengan produk berbeda yang bisa ditawarkan ataupun cara menawarkannya.

Para pengusaha di bidang food and beverage melihat hal ini sebagai pilihan alternatif untuk mendapatkan omzet. Mereka menjual produk mereka secara online serta membuat promo-promo menarik yang diumbar lewat sosial media. Orang-orang juga lebih memilih untuk menggunakan pembayaran digital untuk urusan pembayaran. Selain lebih praktis, pembayaran digital juga menghindarkan mereka dari resiko penularan virus lewat uang tunai. Akselerasi penerapan industri 4.0 sebagai upaya kebangkitan.

Selepas wabah COVID-19 berakhir, dunia akan merasakan perubahan yang besar dalam berbagai macam aspek, terutama bisnis. Penerapan teknologi digital dirasa menjadi sebuah hal yang hukumnya wajib untuk dilakukan. Business Coach Tom MC Ifle juga turut memberikan pandangannya. Coach Tom berpendapat filosofi berpikir dan cara kerja manusia akan jauh berbeda dan lebih bergantung kepada teknologi. Orang-orang akan mengandalkan teknologi dan momen ini bisa menjadi momen akselerasi penerapan revolusi industri 4.0 di Indonesia. Menurut Coach Tom, ada tiga faktor penting untuk memastikan bisnis agar tetap berjalan, yakni, keuangan, waktu, dan karyawan. Ketiga faktor tersebut saling berkesinambungan dan melalui banyak tahapan trial and error yang dapat melahirkan pola bisnis baru yang akan berlaku di masa yang akan datang. Melihat fenomena ini, wabah COVID-19 tidak hanya akan berdampak pada masyarakat dan kaum kesehatan. Semua bisnis di berbagai sektor, besar maupun kecil, akan menerima dampak secara langsung dan tidak langsung.  Bagi perusahaan besar atau yang sedang di atas angin saat wabah ini pun harus siap untuk menunjukkan sikap altruisme dalam membantu rekan bisnis mereka untuk mencegah krisis sistemik. Dan tentu semua bisnis sudah harus menyiapkan rencana kontingensi dalam menghadapi krisis pandemi masa depan dari segi digitalisasi proses bisnis, merencanakan cash flow yang lebih kuat dan memperkuat rantai pasokan.  Bukan tidak mungkin akan terjadi perubahan pola kebiasaan di masa depan di mana mempengaruhi banyak aspek seperti dunia usaha. Hal ini bisa menjadi sebuah fenomena yang mendorong munculnya pola kerja baru dengan berpusat pada software atau artificial intelligence sebagai dampak dari perubahan zaman.

Beberapa strategi berikut dapat digunakan sebagai alternatif bagi perusahaan.

Pivoting (beralih strategi bisnis)

Perusahaan perlu melakukan evaluasi apakah mampu bertahan dengan strategi sekarang atau perlu membuat strategi baru. Jika strategi bisnis sekarang masih memungkinkan dilakukan bersamaan dengan implementasi WFH, maka dapat dipertahankan. Namun, apabila strategi yang sudah ada tidak berjalan, maka terpaksa harus mengganti model bisnis seperti fokus ke kelompok target pasar tertentu atau mengganti cara penjualan (on-site menjadi online) dapat diambil.

 Brutally honest (jujur brutal)

 “Honesty is the best policy”. Quote ini diutarakan oleh Benjamin Franklin, tokoh pemimpin revolusi Amerika Serikat. Ketika kondisi perusahaan di tengah pandemi Virus Corona mengalami goncangan, perusahaan harus bisa menjelaskan situasi dan arah perusahaan kedepannya secara jujur dan transparan. Karyawan diharapkan memahami dan memaklumi kondisi di luar kendali perusahaan.

Alokasi ulang pekerjaan karyawan

Karyawan bisa dialihkan ke divisi yang memiliki workload lebih besar atau ke divisi “baru” yang dibentuk setelah ada perubahan strategi. Alih-alih PHK, karyawan masih dapat berkontribusi untuk membantu perusahaan melewati masa krisis.

Negosiasi melalui bipartite

Ketika cash flow perusahaan terpuruk negosiasi bisa dilakukan antara perusahaan dan karyawan melalui bipartite. Menurut Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, lembaga kerja sama bipartite merupakan forum komunikasi mengenai hal yang terkait dengan hubungan industrial di perusahaan dengan anggota pengusaha dan pekerja atau serikat pekerja. Maka, perusahaan diharapkan berlaku arif dalam membuat kebijakan.

Langkah perusahaan dalam mengambil kebijakan dan karyawan yang legowo diperlukan dalam menyikapi pandemi Virus Corona. Tantangan implementasi work from home hingga himbauan untuk tidak melakukan pemecatan karyawan, membuat perusahaan lebih terbatas dalam menentukan arah bisnis perusahaan kedepannya. Mendukung strategi bisnis di tengah krisis, aplikasi absensi online Hadirr mampu mengakomodasi kebutuhan perusahaan supaya monitoring karyawan lebih efisien.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda