Pentingnya Pengukuran Kualitas Udara di Lingkungan Kerja

Sebagai support serta jawaban kepada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan( Permenaker) Nomor. 5 Tahun 2018 mengenai Keamanan serta Kesehatan Kerja( K3) Area Kerja, PT Sucofindo menyosialisasikan kedudukan pengukuran mutu hawa di area kerja bagaikan implementasi Permenaker 05 atau 2018 sepanjang era pandemi Covid- 19. “Pengaruh kualitas udara di lingkungan kerja perlu diperhatikan terutama di masa pandemi ini. Hal ini karena berdasarkan penelitian kualitas udara dalam satu ruangan dapat menjadi salah satu faktor paparan Covid-19,” ujar saat membuka webinar. Direktur Komersial 2 PT Sucofindo (Persero), M. Haris Witjaksono mengatakan, kualitas udara menjadi bagian dari kesehatan dan sanitasi yang perlu diperhatikan di lingkungan kerja. “Kebutuhan atas udara yang bersih dan sehat harus dipenuhi pada setiap lingkungan kerja. Oleh karena itu, pelaku usaha wajib menyediakan sistem ventilasi...

Read More ›

Kualifikasi Apa yang Diperlukan Auditor pada Lembaga Keuangan Syariah

Audit islam mempunyai peran berarti dalam meningkatkan pemahaman pada seluruh badan islam yang dituntut wajib terus berkontribusi kepada kemaslahatan manusia. Diamati dari perkembangannya lembaga keuangan islam membuktikan tren yang bagus digolongan masyarakat, alhasil ada permohonan produk yang menerus bertambah dan terciptalah kesempatan yang besar buat badan keuangan islam maupun IFI Apa itu IFI?. IFI (Islamic Financial Institution) adalah istilah untuk semua lembaga keuangan yang beroperasi dalam lingkup syariah termasuk Islamic banking, Islamic insurance, dan lainnya. Industri keuangan islam diklaim berada diantara industri dengan pertumbuhan tercepat, dengan pertumbuhan anatara 15% sampai 20% selama decade terakhir ini. Dengan banyaknya peminat produk dan layanan perbankan syariah diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai syariah dalam setiap aspek operasionalnya. IFI juga menunjuk Sharia Commite (SC) sebagai pemberi...

Read More ›

Ditjen Hortikultura Segera Terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) siap menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 guna meningkatkan pelayanan publik, khususnya menyangkut pendaftaran varietas, pemasukan ataupun pengeluaran benih, dan rekomendasi impor, sekaligus mengoptimalkan realisasi kebijakan dan mengakselerasi sektor pertanian. Langkah itu, terang Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari, sesuai arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan Kementan meningkatkan pelayanan publik agar sektor pertanian terus bertumbuh. Dengan begitu, kembali menjadi penopang pembangunan perekonomian nasional. “Apalagi dalam situasi pandemi saat ini, di mana perekonomian dunia memburuk, termasuk Indonesia. Namun, kebutuhan pangan tetap harus terpenuhi. Sehingga, perlu akselerasi agar realisasi kebijakan dirasakan manfaatnya tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan,” kata dia saat memberikan sambutan dalam sosialisasi “Sistem Manajemen Mutu (ISO) Lingkup Ditjen Hortikultura” di Kota...

Read More ›

Ditjen Hortikultura siap terapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015

Direktorat Jenderal( Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian( Kementan) sedia mempraktikkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015. Tentang itu, untuk tingkatkan jasa publik, khususnya menyangkut registrasi varietas, pendapatan atau pengeluaran bibit, serta saran memasukkan. Sekalian memaksimalkan realisasi kebijaksanaan dan mengakselerasi sektor pertanian. Sekretaris Ditjen Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari melaporkan, ini cocok arahan Menteri Syahrul Yasin Limpo menginginkan, Kementan tingkatkan jasa publik supaya zona pertanian terus berkembang. Dengan begitu, kembali menjadi penopang pembangunan perekonomian nasional. "Situasi pandemi saat ini, perekonomian dunia memburuk, termasuk Indonesia. Namun, kebutuhan pangan tetap harus terpenuhi. Sehingga, perlu akselerasi agar realisasi kebijakan dirasakan manfaatnya tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan," kata Retno dalam keteranganya, Sabtu (10/10). Sementara itu, Kepala Seksi Fasilitasi Industri dan Organisasi Publik Badan Standardisasi Nasional (BSN),...

Read More ›

Meccaya Pharmaceutical Mulai Lirik Pasar Asia Tenggara

PT Meccaya Pharmaceutical sudah sukses percobaan untuk pelampiasan standar kualitas sertifikasi ISO 9001: 2015. Dengan sertifikasi standar kualitas derajat global itu, Meccaya berpengharapan bisa mendobrak pasar global. Meccaya Pharmaceutical merupakan perusahaan Pharma Dermatology terdepan di Indonesia yang mendedikasikan diri dalam aspek dermatologi, dan pengembangan penyelesaian untuk kasus kulit warga Indonesia. Presiden Direktur PT Meccaya Pharmaceutical Ricky Surya Prakasa mengatakan, sertifikasi ISO ini melengkapi sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) dari BPOM, sebagai standar yang mengatur agar produk obat yang dibuat memenuhi persyaratan mutu, efikasi, dan keamanan yang sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dia melanjutkan, standar ISO 9001:2015 adalah salah satu upaya untuk membantu sistem manajemen mutu Meccaya lebih terkoordinasi secara menyeluruh. Tentunya dengan melibatkan seluruh departemen di dalam perusahaan untuk berpartisipasi dalam...

Read More ›

UKL & UPL – Pengelolaan & Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, biasa disingkat UKL – UPL adalah dokumen pengelolaan lingkungan hidup bagi rencana usaha dan atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL. Secara sederhana, dokumen ini ditujukan untuk usaha dan atau kegiatan yang tidak berdampak penting bagi lingkungan hidup. Dokumen UKL – UPL diperlukan untuk proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau lingkungan hidup, melalui Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan. Berbeda dengan AMDAL, UKL – UPL tidak melalui proses penilaian dan presentasi, namun lebih mengarah pada hal-hal teknis untuk memenuhi standar-standar pengelolaan lingkungan hidup. Pemrakarsa wajib mengisi formulir isian dan mengajukannya kepada instansi terkait yang memiliki tanggung jawab dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup tingkat Kabupaten / Kota /...

Read More ›

Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL

Pengertian AMDAL ialah suatu proses dalam studi formal untuk memperkirakan dampak lingkungan atau rencana kegiatan proyek dengan bertujuan memastikan adanya masalah dampak lingkungan yang di analisis pada tahap perencanaan dan perancangan proyek sebagai pertimbangan bagi pembuat keputusan. AMDAL adalah singkatan dari Analisis Dampak Lingkungan. Pengertian AMDAL menurut PP No. 27 Tahun 1999 yang berbunyi bahwa pengertian AMDAL ialah Kajian atas dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan. AMDAL merupakan analisis yang meliputi berbagai macam faktor seperti fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi dan sosial budaya yang dilakukan secara menyeluruh. Alasan diperlukannya AMDAL untuk diperlukannya studi kelayakan, karena dalam undang-undang dan peraturan...

Read More ›

Evolusi Kebijakan Lingkungan

Pengertian : Evolusi adalah proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.Kebijakan adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi pedoman dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak [1]. Istilah ini dapat diterapkan pada pemerintahan, organisasi dan kelompok sektor swasta, serta individu. Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum. Jika hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku (misalnya suatu hukum yang mengharuskan pembayaran pajak penghasilan), kebijakan hanya menjadi pedoman tindakan yang paling mungkin memperoleh hasil yang diinginkan.Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas...

Read More ›

Apa itu Amdal, UKL-UPL dan SPPL?

Amdal adalah kajian mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan. UKL – UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan – Upaya Pemantauan Lingkungan) adalah pengelolaan dan pemantauan terhadap usaha atau kegiatan yang tidak berdampak penting terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan. SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan) adalah kesanggupan dari penanggung jawab usaha atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha atau kegiatannya di luar usaha atau kegiatan yang wajib amdal atau UKL-UPL. Dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2012 Pasal 2 ayat (2) disebutkan bahwa Amdal, UKL-UPL...

Read More ›

Taman Industri Ramah Lingkungan

Kawasan industri ramah lingkungan / Eco-Industrial Park (EIP) adalah kawasan industri tempat pelaku bisnis bekerja sama satu sama lain dan dengan masyarakat lokal dalam upaya mengurangi limbah dan polusi, berbagi sumber daya secara efisien (seperti informasi, material, air, energi, infrastruktur, dan sumber daya alam), dan membantu mencapai pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan keuntungan ekonomi dan meningkatkan kualitas lingkungan.  EIP juga dapat direncanakan, dirancang, dan dibangun sedemikian rupa sehingga memudahkan bisnis untuk bekerja sama, dan menghasilkan proyek yang lebih sehat secara finansial dan ramah lingkungan bagi pengembang. Buku Pegangan Eco-industrial Park menyatakan bahwa "Sebuah Eco-Industrial Park adalah komunitas bisnis manufaktur dan jasa yang terletak bersama di properti bersama. Anggota mencari kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosial yang ditingkatkan melalui kolaborasi dalam mengelola...

Read More ›