Kualitas Data Menentukan Investasi Migas
Penguatan data yang diberikan kepada investor atau kontraktor yang akan melakukan eksplorasi di wilayah kerja dapat menjadi solusi untuk menghindari kegagalan eksplorasi. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) harus bisa membuat data yang lebih akurat. Pasalnya, keakurasian data sangat dibutuhkan untuk investor mengingat hal tersebut dapat menentukan nilai keekonomian suatu proyek. Selain itu, skema kontrak kerja atau production sharing contract (PSC) cost recovery bisa mendorong investor untuk mendapatkan cadangan migas. Adapun, pada tahun ini SKK Migas menurunkan target gross revenue dari US$32,09 miliar menjadi US$19,95 miiliar dengan perincian US$6,7 miliar merupakan bagian pemerintah, US$9,11 bagian cost recovery, dan US$4,15 miliar bagian kontraktor....