Delapan Bulan Bangunan Puskesmas Abiansemal Mangkrak, Kontraktor Di-cut Pemkab Badung

TRIBUN- BALI. COM, MANGUPURA- Bangunan megah Puskesmas Pembantu Abiansemal Dauh Yeh Cani nyatanya mangkrak.

Awal mulanya, proyek yang dimulai tahun 2018 itu ditargetkan beres pada Januari 2019 lalu. Tetapi proyek itu molor, sampai Pemkab Badung memutuskan kontrak kerja dengan rekanan.

Rencananya, Pemkab hendak menunjuk rekanan lain untuk meneruskan. Tetapi 8 bulan berlalu, saat ini masih belum terdapat tanda pengerjaan kembali.

Sementara itu, pantauan di lapangan, bangunan Puskesmas itu telah nyaris beres.

Tinggal pada bagian selatan masih belum tertata. Karenanya, bangunan yang telah berdiri megah itu mangkrak karena belum beroperasi.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang( PUPR) Badung IGA Arinda Trisnawati, berkata, mangkraknya proyek disebabkan tidak sesuai dengan sasaran pengerjaan. Beliau juga membetulkan sampai saat ini belum dilakukan perbaikan kembali.

” Sesungguhnya itu sudah mau berakhir, tetapi karena lelet pengerjaan serta terdapat pemutusan kontrak dengan rekanan, membuat proyek itu dihentikan,” jelasnya, Sabtu( 10/ 8).

Proyek yang menghabiskan perhitungan sebesar Rp 2, 4 miliyar lebih itu jadi tidak terawat semenjak pemutusan kontrak kerja dengan rekanan.

Pihak PUPR memberhentikan proyek itu dari Bulan Januari, serta sampai saat ini belum dilanjutkan pengerjaannya.

” Ia memang lama belum diperbaiki, tetapi rencananya minggu depan hendak dicoba perbaikan ataupun meneruskan proyek yang tidak selesai oleh rekanan yang ditunjuk saat ini,” ucapnya. tentang hambatan yang dihadapai PUPR sampai proses pengerjaan lanjutan lamban, IGA Arinda Trisnawati berterus terang, seluruh mesti sesuai dengan prosedur.

” Lamban ini karena kita melihat dahulu molornya proyek itu. Sehabis itu, melapor ke inspektorat Badung buat laporannya, dengan memblacklist rekanan yang dahulu. Intinya pemutusan kontrak juga memakan waktu. Begitu pula penunjukan rekanan yang siap meneruskan pengerjaan itu,” bebernya.

IGA Arinda Trisnawati berkata, terdapat sebagian aktivitas yang belum dilaksanakan pada proyek itu, ialah tempelan batu candi, hiasan style Bali, pemasangan 2 tabung pemadam kebakaran serta plesteran di penyengker.

” Dari rekanan yang awal sesungguhnya telah digarap 90 persen lebih. Alhasil dapat dikatakan saat ini cuma minim finishing,” ucapnya.

IGA Arinda Trisnawati meyakini pengerjaan lanjutan esok tidak menginginkan durasi lama.

Beliau memperkirakan cuma memakan waktu satu bulan, proyek itu akan berakhir pada pertengahan September nanti. Sehingga, lanjut Arinda, langsung dapat dioperasikan oleh dinas terkait dalam pelayanan kesehatan.

” Jika tidak salah anggaran yang dibutuhkan lagi hanya Rp 13, 8 juta untuk melaksanakan pembersihan serta finishing yang lain. Iya satu bulan pasti sudah selesai,” pungkasnya.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda.