Genangan Proyek Stadion Mattoangin Menghabiskan Korban Jiwa, Polisi akan Periksa Kontraktor.

Genangan Proyek Stadion Mattoangin Menghabiskan Korban Jiwa, Polisi akan Periksa Kontraktor.

Peristiwa meninggalnya dua orang pelajar di kubangan bekas galian pembongkaran Stadion Andi Mattalata Mattoangin masih didalami kepolisian. Polisi sudah mengjadwalkan pemeriksaan terhadap kontraktor dan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Kepala Kepolisian Sektor Mariso, Ajun Komisaris Polisi Anita Taherong mengaku pihaknya melaksanakan pendalaman terkait meninggalnya dua pelajar saat berenang di kubangan bekas galian pembongkaran Stadion Mattoangin Makassar. Selain memanggil orang tua korban, kata Anita, pihaknya juga akan memeriksa kontraktor serta pihak Pemprov Sulsel.

“Kami masih pendalaman dengan melaksanakan pemeriksaan dan mengambil keterangan para saksi dari keluarga korban. Kita juga akan panggil pihak kontraktor dan juga Pemprov Sulsel,” ujarnya kepada Merdeka.com, Selasa (25/5).

Kemudian, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku dirinya sudah memerintahkan kepada Satpol PP untuk melakukan pengamanan dan penutupan akses masuk proyek Stadion Mattoangin. Namun, pasca kejadian tersebut, dirinya meminta Satpol PP untuk lebih meningkatkan penjagaan.

“Saya baru tahu ada bekas galian liar di kawasan pembangunan Stadion Mattoangin yang membentuk genangan besar saat baru menjabat Plt (Gubernur Sulsel),” tuturnya.

Adik mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menginformasikan duka cuka kepada keluarga korban meninggal atas musibah tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut berduka cita mendalam atas musibah korban tenggelam di genangan air bekas galian Stadion Mattoangin,” kata Andi Sudirman.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel, Mujiono mengaku pihaknya sudah menjaga lokasi proyek pembangunan Stadion Mattoangin yang saat ini mangkrak. Mujiono menjelaskan telah menempatkan beberapa orang anggotanya untuk menjaga area lokasi Stadion Mattoangin.

“Tetap ada penjagaan. Kami sudah melakukan penjagaan, kami melakukan pemasangan pagar kawat tansi di sepanjang kubangan itu tetapi namanya anak-anak itu (maaf) yang nakal,” ujarnya.

Mujiono berjanji akan lebih mengoptimalkan penjagaan sehingga masyarakat atau anak-anak tidak bisa masuk di area tersebut.

“Saya kira dengan kejadian ini pasti kita akan lebih awasi lagi supaya tidak ada lagi anak-anak yang bisa masuk ke dalam dan kita akan pasangi lagi kawat berduri,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kubangan bekas bongkaran Stadion Andi Mattalata Mattoangin Makassar menelan korban jiwa. Dua pelajar meninggal tenggelam di kubangan sedalam empat meter.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Hasanuddin membetulkan adanya dua orang anak yang tewas tenggelam dalam kubangan bekas bongkaran Stadion Mattoangin. Awalnya ada tiga orang yang sedang berenang di kubangan tersebut.

“Dua meninggal dunia dan satu orang lainnya selamat,” ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (23/5).

Hasanuddin menginformasikan identitas dua pelajar yang tewas tenggelam yakni Adli (13) dan Fajri (15). Sementara satu korban selamat bernama Reka (13).

“Kami kerahkan 10 personel Rescue Damkar untuk melakukan evakuasi terhadap korban,” tuturnya.

Sumber : Merdeka.com

Anda dan Perusahaan butuh Tenaga Kerja K3 Profesional untuk mendukung Bisnis Perusahaan Anda ? Hubungi Qyusi Global Indonesia saja.