Perbuatan Tidak Aman

[pgp_title]
Perbuatan Tidak Aman

Perilaku merupakan salah satu pencetus terjadinya kecelakaan kerja. Tidak ada diantara kita yang mengharapkan kecelakaan itu terjadi, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan setiap perilaku yang kita lakukan dalam bekerja.  Bukan karena kita sudah biasa melaksanakan pekerjaan tersebut kemudian kita akan terhindar dari kecelakaan kerja.  Karena yang disebut kecelakaan bukan hanya saja ditujukan kepada pegawai yang baru bekerja tetapi juga ke seluruh pekerja baik yang sudah berpengalaman maupun tidak pengalaman.

Seseorang melakukan tindakan tidak aman bisa secara sadar dan paham, salah satunya dikarenakan situasi yang tidak mendukung atau infrastruktur yang kurang memadai, mereka melakukan tindakan tidak aman tersebut, dengan alasan yang barmacam macam, contohnya “biar cepat”, “darurat”, dll. Tetapi hal tersebut sangat lah tidak dianjurkan, apapun alasanya tindakan tidak aman bisa memicu terjadinya kecelakaan, walaupun dikerjakan pengawasan. Seperti, ada beberapa orang yang melakukan pekerjaan di ketinggian tetapi tidak mengenakan tangga atau staging yang sesuai. Padahal hal itu merupakan unsafe act yang dapat memicu kecelakaan kerja.

 

Berikut beberapa sampel aktivitas tidak aman yang memiliki potensi menimbulkan insiden kecelakaan :

  1. Berjalan di bukan tempat berjalan biasa, contoh: diatas pipa yang tidak terpasang pengaman
  2. Tidak memakai Alat Pelindung Diri saat bekerja
  3. Mengasah ditempat ada gas yang mudah meledak/terbakar
  4. Merokok ditempat berdebu atau gas mudah terbakar
  5. Bekerja sembari bercanda
  6. Keletihan dan kelesuan

Solusi yang bisa diterapkan adalah:

  1. Penangkalan terhadap perilaku tidak aman akibat pengaruh lingkungan adalah dengan membuka wawasan terhadap hal-hal yang selama ini dianggap biasa dilakukan (budaya) menjadi hal yang harus dijadikan perhatian. contohnya dengan melaksanakan pelatihan, seminar, forum diskusi, pemasangan poster, dll.
  2. Hindari tindakan yang dapat membahayakan diri kita atau lingkungan sekitar dalam setiap aktivitas pekerjaan kita;
  3. Tegur rekan kerja yang melakukan perilaku tidak aman.
  4. Ikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan dan informasikan, jika memang ada perubahan yang kiranya dapat mempermudah pekerjaan tetapi harus  tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
  5. Peran serta seorang pemimpin perusahaan sangatlah dominan dalam menerapkan perilaku aman ditempat kerja. Karena pemimpin menjadi “role model” dalam beraktivitas aman di tempat kerja dan penentu sukses dalam menerapak sistem manajemen K3.

Perbuatan  Tidak Aman

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda