| Tingkah laku yang Tidak Baik |
Perbuatan merupakan salah satu lantaran terjadinya kecelakaan kerja. Tidak ada diantara kita yang menginginkan kecelakaan itu terjadi, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan setiap perilaku yang kita lakukan dalam bekerja. Bukan karena kita sudah biasa melakukan pekerjaan tersebut kemudian kita akan terbebas dari kecelakaan kerja. Karena yang disebut kecelakaan bukan hanya saja ditujukan kepada pegawai yang baru bekerja tetapi juga ke seluruh pekerja baik yang sudah pengalaman maupun belum berpengalaman.
Seseorang melakukan tindakan tidak aman bisa secara sadar dan paham, salah satunya dikarenakan kondisi yang tidak mendukung atau infrastruktur yang kurang memadai, mereka melakukan tindakan tidak aman tersebut, dengan alasan yang barmacam macam, seperti “biar cepat”, “darurat”, dll. Tetapi hal tersebut sangat lah tidak dianjurkan, bagaimanapun tindakan tidak aman bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan, walaupun dikerjakan pengawasan. Contohnya, ada beberapa orang yang melaksanakan pekerjaan di ketinggian tapi tidak menggunakan tangga atau staging yang sesuai. Padahal tindakan itu merupakan unsafe act yang dapat memicu kecelakaan kerja.
Berikut beberapa sampel perilaku tidak aman yang berpotensi menimbulkan insiden kecelakaan :
- Berjalan di bukan tempat berjalan biasa, contoh: diatas pipa yang tidak terpasang pengaman
- Tidak memakai APD saat bekerja
- Menggerinda diwilayah ada gas yang mudah meledak/terbakar
- Merokok dilokasi berdebu atau gas mudah terbakar
- Bekerja sembari bercanda
- Keletihan dan kelesuan
Solusi yang bisa dilakukan adalah:
- Pelarangan terhadap sikap tidak aman akibat pengaruh lingkungan adalah dengan memberikan wawasan terhadap hal-hal yang selama ini dianggap biasa dilakukan (budaya) menjadi hal yang harus dijadikan perhatian. contohnya dengan melakukan training, seminar, forum diskusi, pemasangan poster, dll.
- Hindari aktivitas yang dapat membahayakan diri kita atau lingkungan sekitar dalam setiap aktivitas pekerjaan kita;
- Tegur rekan kerja yang melakukan aktivits tidak aman.
- Ikuti perintah kerja yang sudah ditetapkan dan informasikan, jika memang ada perubahan yang sekiranya dapat mempermudah pekerjaan tetapi harus tetap memperhatikan factor keselamatan dan kesehatan kerja.
- Peran serta seorang pimpinan perusahaan sangatlah dominan dalam menerapkan perilaku aman ditempat kerja. Karena pemimpin menjadi “role model” dalam beraktivitas aman di area kerja dan penentu sukses dalam menerapak sistem manajemen K3.
![]()
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda