Kemperin: Galon Guna Ulang Taklukan 60% Pasar AMDK.

Kemperin: Galon Guna Ulang Taklukan 60% Pasar AMDK.

Kementerian Perindustrian (Kemperin), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan Badan Standardisasi Nasional (BSN), telah memastikan produk air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemperin, Edy Sutopo, meminta pembuat isu hoax yang menginformasikan produk galon guna ulang berbahaya untuk kesehatan, menghormati apa yang telah disampaikan pemerintah.

“Jadi, kami mengajak agar semua pihak termasuk pembuat isu hoax galon guna ulang mau menghormati pemerintah yang berwewenang untuk keamanan pangan,” ujar Edy Sutopo, pada acara Tadarus Teknologi bertema “Darurat Sampah Plastik Mengancam Negeri” yang ditayangkan di NU Channel, Selasa (2/6/2021).

Edy mengatakan, pemerintah telah melakukan regulasi untuk menjamin kemasan plastik yang digunakan sebagai wadah makanan dan minuman itu Tara Pangan. Selain itu, Tara Pangan terhadap AMDK galon guna ulang itu juga diberlakukan SNI wajib.

“Untuk meraih SNI wajib, pelaku usaha itu harus memiliki sistem manajemen mutu. Kemudian, juga dilakukan audit mulai dari prosesnya sampai ke produknya, dan dipastikan tidak ada migrasi zat-zat kimia dari galonnya,” imbuhnya.

Menurut Edy, dari sisi aspek mikrobiologi, kimiawi maupun fisika, itu sudah dipertimbangkan oleh para ahli. “Karena memang, dalam penyusunan SNI itu semua pihak dilibatkan, baik dari produsen AMDK, konsumen, dan para pakar. Jadi, produk ini sudah dijamin keamanan kesehatannya bagi masyarakat,” ucapnya.

Edy menjelaskan sekitar 60% pasar dari AMDK itu adalah galon isi ulang. Tapi, katanya, sampai saat ini belum ada laporan kasus dengan kesehatan. “Artinya, penggunaan galon guna ulang ini sudah cukup lama, sejak 1984 sampai saat ini belum ada kasus yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.

Edy meminta semua industri AMDK saat ini agar fokus menghadapai adanya persaingan dengan negara lain yang semakin ketat. “Jadi musuh kita itu bukan sesama pelaku usaha di dalam negeri. Karena ini kenyataan. Kita tidak boleh mengabaikan produk-produk yang banyak masuk.

Oleh karena itu yang harus menjadi perhatian kita terutama yang produk-produk jadi. Kalau mau bersaing dalam bisnis, bersainglah di sisi lain, mutu dan efisiensi,” ucapnya.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan Indonesia (Aspadin), Rachmat Hidayat, menjelaskan ada ancaman kurungan 5 tahun penjara bagi industri yang tidak mengikuti aturan SNI seperti yang ditetapkan pemerintah.

“Jadi tidak main-main. Karenanya, kami pastikan AMDK yang legal di pasar tidak ada yang tidak punya SNI. Itu pun wajib diaudit minimum setahun sekali pabriknya,” tukasnya.

Tulisan SNI itu, menurut Rachmat, bisa dibaca konsumen di kemasan plastik air minumnya. Selain itu, izin edar BPOM wajib dicantumkan, yakni berupa deretan angka dan diawali dengan huruf MD. “Jadi, konsumen perlu mengamati hal-hal itu. Kalau tidak ada itu, bisa dipastikan produk itu ilegal dan kemananannya tidak dijamin,” ungkapnya.

Sumber : Beritasatu.com

Qyusi Global Indonesia Merupakan Perusahaan Jasa Sertifikat ISO Di Indonesia, untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami 0813 3000 9003.