Kerugian Akibat Kecelakaan

Kerugian Akibat Kecelakaan

Kerugian akibat kecelakaan kerja sangat besar. Kecelakaan kerja tidak saja memunculkan korban jiwa ataupun kerugian materi untuk pekerja dan pengusaha atau perusahaan tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh, merusak lingkungan yang pada akhirnya akan berdampakpada masyarakat luas( Depkes RI, 2008).

Kerugian akibat kecelakaan kerja dikategorikan atas dua kerugian, yaitu :

Kerugian Langsung 

Kerugian langsung adalah kerugian akibat kecelakaan yang langsung dirasakan dan membawa dampak terhadap organisasi atau perusahaan. Kerugian langsung dapat berupa:

  1. Biaya Pengobatan dan Kompensasi. Kecelakaan mengakibatkan cedera, baik cedera ringan, berat, cacat atau menimbulkan kematian. Cedera ini akan mengakibatkan seorang pekerja tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mempengaruhi produktivitas. Jika terjadi kecelakaan perusahaan harus mengeluarkan biaya pengobatan dan tunjangan kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku. 
  2. Kerusakan Sarana Produksi Kerusakan langsung lainnya adalah kerusakan sarana produksi akibat kecelakaan seperti kebakaran, peledakan, dan kerusakan.

Kerugian Tidak Langsung

Di samping kerugian langsung, kecelakaan juga menimbulkan kerugian tak langsung antara lain:

  1. Kerugian jam kerja  Jika terjadi kecelakaan, kegiatan pasti akan terhenti sementara untuk membantu korban yang cedera, penanggulangan kejadian, perbaikan kerusakan atau penyelidikan kejadian. Kerugian jam kerja yang hilang akibat kecelakaan jumlahnya cukup besar yang dapat mempengaruhi produktivitas. 
  2. Kerugian produksi Kecelakaan juga membawa kerugian terhadap proses produksi akibat kerusakan atau cedera pada pekerja. Perusahaan tidak bisa berproduksi sementara waktu sehingga kehilangan peluang untuk mendapat keuntungan. 
  3. Kerugian Sosial Kecelakaan dapat menimbulkan dampak sosial bagi keluarga korban yang terkait langsung maupun lingkungan sosial sekitarnya.   

Kerugian kecelakaan kerja diilustrasikan sebagaimana gunung es di permukaan laut dimana es yang terlihat di permukaan laut lebih kecil dari pada ukuran es sesungguhnya secara keseluruhan. Begitu pula kerugian pada kecelakaan kerja kerugian yang “tampak/terlihat” lebih kecil dari pada kerugian keseluruhan. Dalam hal ini kerugian yang “tampak” ialah terkait dengan biaya langsung untuk penanganan/perawatan/pengobatan korban kecelakaan kerja tanpa memperhatikan kerugian-kerugian lainnya yang bisa jadi berlipat-lipat jumlahnya daripada biaya langsung untuk korban kecelakaan kerja. Kerugian kecelakaan kerja yang sesungguhnya ialah jumlah kerugian untuk korban kecelakaan kerja ditambahkan dengan kerugian-kerugian lainnya (material/non-material) yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja tersebut. Kerugian-kerugian (biaya-biaya)

Biaya Langsung Kerugian Kecelakaan Kerja :

  1. Biaya Pengobatan & Perawatan Korban Kecelakaan Kerja.
  2. Biaya Kompensasi (yang tidak diasuransikan).

Biaya Tidak Langsung :

  1. Kerusakan Bangunan
  2. Kerusakan Alat dan Mesin
  3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material
  4. Gangguan dan Terhentinya Produksi
  5. Biaya Administratif
  6. Pengeluaran Sarana/Prasarana Darurat
  7. Sewa Mesin Sementara
  8. Waktu untuk Investigasi
  9. Pembayaran Gaji untuk Waktu Hilang
  10. Biaya Perekrutan dan Pelatihan
  11. Biaya Lembur (Investigasi)
  12. Biaya Ekstra Pengawas(an)
  13. Waktu untuk Administrasi
  14. Penurunan Kemampuan Tenaga Kerja yang   Kembali karena Cedera.

Direct Cost atau kerugian biaya langsung. Kerugian ini berbentuk biaya yang harus dibayar secara langsung berupa biaya untuk pekerja, pengobatan, alat-alat, serta penggantian alat kerja.

Indirect Cost, atau dikenal juga dengan biaya tidak langsung. Pada kerugian ini bentuknya dibagi lagi menjadi beberapa macam, yaitu:

  • Biaya kehilangan waktu dari penderita atau korban,
  • Biaya karena waktu yang hilang dari pekerja-pekerja lain dimana berhenti bekerja karena adanya kecelakaan,
  • Biaya karena waktu para pengawas kerja yang hilang untuk membantu atau menolong korban, mengatur ulang pekerja untuk mengganti korban, penyelidikan terhadap penyebab kecelakaan, mempersiapkan laporan kecelakaan.
  • Biaya yang ditimbulkan karena rusaknya mesin-mesin industri akibat kecelakaan,
  • Biaya yang disebabkan karena menurunnya produksi dimana pekerja mengalami efek psikologi sehingga produktivitas perkerja menjadi menurun.
  • Biaya terhambatnya kemajuan proyek.

Sumber : Sistem Manajemen Keselamatan Kerja

Perusahaan Anda mau Implementasi dan Sertifikasi ISO 45001? Baiknya dengan Jasa Konsultan ISO 45001, Tenang Sistem Manajemen  Keselamatan & Kesehatan Kerja. Improve lebih baik , Segera Hubungi Qyusi Consulting.