Komitmen Indonesia Meminimalkan Terjadinya Kabut Asap Lintas Batas

BLI ( Bandar Seri Begawan, Agustus 2019) Kepala Badan Litbang dan Inovasi Departemen Lingkungan Hidup serta Kehutanan( BLI- KLHK), Dokter. Agus Justianto, memimpin Delegasi Republik Indonesia( Delri) pada kegiatan Pertemuan Komite Pengarah Sub- Regional Kementerian ASEAN ke- 21 mengenai Polusi Asap Lintas Batas( Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution atau MSC on THP), di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 5/ 8.

Pada pertemuan itu Dokter. Agus Justianto menyatakan jika Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan kewaspadaan serta melaksanakan pemantauan dan meningkatkan upaya pencegahan kabut asap dalam rangka meminimalkan kemungkinan terbentuknya kabut asap lintas batas selama musim kemarau.

Bagi Agus Justianto, salah satu wujud komitmen Indonesia dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan merupakan ketegasan Pemerintah dalam usaha melindungi kawasan gambut agar tidak kering dengan menerapkan regulasi aturan kelola yang tepat, yaitu pengelola lahan gambut diwajibkan untuk membuat sekat saluran serta menata tata air agar kelembaban area terpelihara dan kesiapan pemerintah daerah dan aparatur di lapangan dalam pengendalian kebakaran hutan dan tanah dijadikan prioritas untuk ditangani serta ditingkatkan.

Bersumber pada upaya tersebut, pada tahun 2018 KLHK sudah sukses memperkecil luas kebakaran hutan 2, 6 juta hektar pada tahun 2015, menjadi 438. 363 hektar pada tahun 2016, serta semakin menyusut menjadi 165. 483 hektar pada tahun 2017.

BMKG memperkirakan bahwa musim kemarau, yang lebih kering serta lebih hangat di area ASEAN Selatan diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus sampai Oktober 2019. Hal ini bisa menimbulkan peningkatan hotspot dan meningkatkan resiko terbentuknya kabut asap lintas batas di area tersebut. Bersumber pada data di atas, Indonesia juga berkomitmen untuk senantiasa waspada memantau dan meningkatkan upaya pencegahan kabut asap. Pada tingkat jejak, KLHK melakukan aktivitas patroli pencegahan karhutla, patroli terpadu dg melibatkan Tentara Nasional Indonesia(TNI), Polri, BPBD serta warga serta membentuk dan membina Masyarakat Peduli Api, paling utama di posisi rawan karhutla. Disamping itu dikembangkan inovasi berbentuk teknologi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar( PLTB) semacam pembuatan kompos dan cuka kayu.

Sejalan dengan hasil KTT ASEAN ke-34 tahun 2019 di Bangkok, Thailand, polusi asap yang mungkin timbul dari kebakaran hutan dan lahan akan menjadi perhatian utama seluruh negara ASEAN. Pemerintah Indonesia, melalui ketua Delri di pertemuan ini, sepakat untuk meningkatkan kerja sama secara efektif dalam kerangka ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution untuk mengatasi terjadinya polusi asap melalui kemajuan dan pembaruan Rencana Aksi secara Komprehensif dalam menangani polusi kabut asap lintas batas termasuk di dalamnya mempercepat pendirian ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) yang berlokasi di Indonesia.

Pemerintah Indonesia juga sepakat untuk mempercepat peninjauan dan evaluasi program implementasi dan pencapaian negara ASEAN bebas kabut asap pada tahun 2020 dalam bentuk rekomendasi tinjauan akhir Roadmap sebagai bahan pertimbangan rapat komite yang akan datang.

Pertemuan ini dihadiri oleh para Menteri/perwakilan yang memiliki tanggung jawab mengelola lingkungan, kebakaran hutan dan kabut asap, Negara-negara tersebut adalah Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand, serta Sekretaris Jenderal ASEAN.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda