Sistem OSS Ancam Keberlangsungan Pengusaha Jasa Kontruksi

DIBERLAKUKANNYA sistem Online Single Submissions (OSS) untuk mengantongi surat Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) mengancam keberlangsungan pengusaha jasa konstruksi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dari 75 perusahaan yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) KBB, 32 perusahaan sudah gulung tikar. 

“OSS sudah diberlakukan sekitar enam bulan lalu. Sejak itulah banyak perusahaan jasa konstruksi yang akhirnya berhenti beroperasi,” kata Ketua Gapensi KBB Agus Rusnandar di Ngamprah, Senin (14/1/2019).

Ia menambahkan, penyebab berhenti beroperasi karena banyak perusahaan yang tidak bisa memperpanjang IUJK. Di Bandung Barat belum ada perusahaan yang bisa memenuhi persyaratan IUJK.

“OSS itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Perusahaan jasa konstruksi di KBB rata-rata terbentur oleh syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Umumnya pengusaha jasa konstruksi di KBB mendaftarkan tempat tinggalnya sebagai kantor, sedangkan berdasarkan aturan kantor itu memiliki IMB rumah toko (ruko) atau rumah kantor (rukan),” paparnya.

Menurut Agus, sebenarnya  pengusaha konstruksi di KBB mendukung pemberlakuan OSS. Sebab tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme perusahaan jasa konstruksi.

“Jujur kami mendukung terbitnya PP 24/2018 tersebut. Banyak sisi positifnya, namun penerapannya dipandang terlalu cepat. Tidak memberikan ruang dan waktu bagi kami untuk melengkapi semua persyaratan yang dipenuhi. Akibatnya banyak perusahaan di KBB yang gulung tikar, inikan menyedihkan,” ucapnya.

Sumber : www.galamedianews.com

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda