Terdampak Covid-19, Ini Startegi SKK Migas Untuk Menjaga Kelangsungan Kegiatan Hulu

Pameran Industri Minyak dan Gas Bumi

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengakui kegiatan hulu migas tidak luput dari dampak pandemi covid-19 yang menekan harga minyak dan mengganggu kegiatan investasi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menuturkan, sejumlah usaha dilakukan oleh SKK Migas demi menanggulangi dampak berkelanjutan pandemi covid-19. “Kami melakukan upaya bersama KKKS untuk mereview rencana kerja 2020,” terang Dwi dalam diskusi virtual, Rabu (19/8).

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan penghitungan dan proyeksi seputar opsi-opsi harga minyak yang dinilai akan berdampak pada keekonomian lapangan migas. Dwi melanjutkan, pihaknya juga meminta para KKKS untuk membatalkan rencana planned shutdown demi membuat kegiatan investasi dapat tetap berjalan dan menjaga tingkatan produksi.

Sementara itu, agar sejumlah proyek migas dapat tetap berjalan ia memastikan SKK Migas juga melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait demi menjamin mobilitas barang dan personel. Antara lain kordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah.

“Keterbatasan mobilisasi kami kordinasi dengan stakeholder untuk dapatkan dukungan so far bagus. Didukung dalam kondisi pandemi dan semua operasi. Kami juga ajukan beberapa paket stimulus pada pemerintah untuk bantu KKKS,” ujar Dwi.

Sementara itu, dari sisi KKKS Dwi menerangkan pihaknya meminta agar para KKKS menegosiasi ulang kontrak-kontrak dengan mitra kerja yang ada demi efisiensi biaya. “Memaksimalkan tangki dan kapal untuk penyimpanan sementara agar jual di harga bagus dan upayakan tidak ada phk,” tandas Dwi.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda