Waibakul, 23 Agustus 2019. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan merupakan kegiatan penting yang dilaksanakan dalam rangka melindungi kelestarian area hutan. Aktivitas ini pun juga rutin dicoba oleh para aparat Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru serta Laiwangi Wanggameti( TN Matalawa) terutama para Penyuluh Kehutanan.
Para instruktur di Seksi Pengelolaan Taman Nasional( SPTN) Area I Waibakul, Bayu Kurniawan, S. Hut serta Ferdinand Dapadeda, S. Hut secara rutin melaksanakan pendampingan kepada golongan warga desa binaan di Dusun Katikuloku, Kec. Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat. Kelompok Swadaya Masyarakat( KSM) yang memiliki julukan Mata Morik ini tercipta pada tahun 2009 dengan jumlah anggota 43( empat puluh tiga) orang. Para instruktur mendampingi warga dalam melaksanakan budidaya ikan nila hasil bantuan pengembangan upaya ekonomi produktif di tahun 2017.
Bersumber pada perolehan pendampingan ini, kelompok telah sukses melaksanakan budidaya ikan nila ini, diamati dari perolehan regenerasi ikan nila yang ketiga dari awal pemberian bibit ikan. Perolehan panen ikan nila ini, bagi ketua kelompok, beberapa sudah dijual serta untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Bukan cuma itu, tim instruktur berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat juga melaksanakan pendampingan tehadap pengembangan tanaman holtikultura organik berbentuk kol, bawang merah, tomat serta Cabai.
Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M. M. yang memandang hasil laporan perkembangan pemberdayaan ini mengharapkan bahwa hasil yang didapat dari bantuan ini bisa terus memberikan kontribusi untuk warga dan membangkitkan antusias untuk melindungi area hutan di sekitar tempat bermukim mereka.
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda