Industri hulu migas Indonesia masih terpukul pandemi corona. Hal itu terlihat dari produksi siap jual atau lifting migas semester I 2020 yang di bawah target.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebut kinerja lifting gas pada enam bulan pertama tahun ini kurang bagus. Lifting gas pada semester I 2020 hanya sekitar 90 persen dari target APBN 2020 sebesar 6.670 MMSCFD.
“Banyak isu offtaker alias penyerapan pasar yang tidak maksimal,” ujar Deputi Operasi SKK Julius Wiratno kepada Katadata.co.id pada Jumat (3/7).
Sedangkan kinerja lifting minyak pada enam bulan pertama tahun ini cukup bagus. Julius menyebut lifting minyak pada semester I 2020 bisa mencapai 101 persen terhadap target Work Plan and Budget (WP&B) 2020 sebesar 705,7 ribu barel per hari (bopd).
Namun, realisasi lifting minyak pada paruh pertama tahun ini hanya sekitar 95 persen terhadap target APBN 2020 sebesar 755 ribu bopd. Walau begitu, capaian lifting minyak paruh pertama 2020 masih lebih baik dari pada bulan sebelumnya.
SKK Migas mencatat lifting minyak pada Mei 2020 sebesar 701,7 ribu bopd atau 92,9 persen dari APBN 2020. Sedangkan lifting gas pada Mei tahun ini sebesar 5.658 MMSCFD atau 84,8 persen dari target pemerintah tahun ini.
Untuk realisasi migas hingga Mei 2020 sebesar 1,712 juta barel ekuivalen minyak per hari (boepd). Realisasi tersebut hanya 88,9 persen dari target APBN 2020 sebesar 1,946 juta boepd.
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda