Soal Infrastruktur Jembatan Amburadul, Aktivis Muda: Blacklist Kontraktor Nakal

Aktivis Muda Kota Tangerang angkat bicara soal amburadulnya pekerjaan proyek jembatan yang berada di Jalan Taman Makan Pahlawan (TMP) Taruna, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Sebab, proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang 2019 ini, kondisinya sangat memprihatinkan dan mengganggu kenyamanan berkendara.

Bagi Aktivis Muda Kota Tangerang, Faridal Arkam bahwa dengan amburadulnya infrastruktur jembatan yang selesai dikerjakan pada akhir 2019 itu membuat pengguna kendaraan terganggu. Untuk itu, pihaknya memohon pada Dinas PUPR Kota Tangerang untuk berani mengambil langkah jelas pada kontraktor yang diprediksi nakal dalam pembangunan jembatan serta jalur baru yang lokasinya pas di depan Pusat Rezim Kota Tangerang.

“Kontraktor seharusnya mempertimbangkan kualitas jalan yang mereka kerjakan dibanding mengambil untung besar, tetapi mengabaikan kualitas jalan itu sendiri dan ini jelas yang dibebani yaitu warga Kota Tangerang selaku pengguna jalan utama,” Faridal Arkam, Minggu, 2 Februari 2020.

Pria yang akrab disapa Farid ini menegaskan,Dinas PUPR Kota Tangerang harusnya mengambil langkah tegas kepada kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut seperti peringatan atau tegasnya mem blacklist kontraktor yang diduga nakal.

“Ini adalah peringatan kepada kontraktor lainya supaya mengedepankan kualitas ketimbang untung besar,” tegasnya seraya menambahkan, jangan sampai masyarakat berpikir negatif kepada PUPR Kota Tangerang terkait infrastruktur jembatan yang rusak.

“Dinas PUPR segera panggil kontraktor tersebut. Tujuannya untuk bertanggungjawab dan segera memperbaiki infrastruktur yang rusak,” jelasnya.

Disamping itu, pihaknya meminta agar Inspektorat Kota Tangerang memanggil kontraktor atau pemborong untuk dimintai keteranganya. Sebab, kontraktor tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja. “Dengan pengerjaan yang terlihat asal-asalan, maka Dinas PUPR dan Inspektorat berhak meminta keterangan lebih mendalam dari kontraktor,” jelasnya.

Sebelumnya, amburadulnya infrastruktur jembatan yang berlokasi di depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang juga mendapat kritikan dari anggota DPRD Kota Tangerang, Rusdi.

Menurut politisi dari Partai Golkar ini bahwa rusaknya infrastruktur jembatan yang merugikan masyarakat khususnya para pengguna kendaraan harus menjadi cacatan penting. Sebab, baru satu bulan lebih pembangunan jembatan, tapi kondisinya sudah rusak.

“Ini sangat merugikan masyarakat. Dan, dinas terkait yakni Dinas PUPR Kota Tangerang harus memanggil kontraktor untuk membenahi infrastruktur yang rusak,” kata Rusdi yang juga anggota Komisi 4 DPRD Kota Tangerang. Rusdi menambahkan, pihak kontraktor harus segera membenahi infrastruktur tersebut, jangan sampai pelayanan kepada masyarakat terganggu, apalagi sekarang masih berada di musim penghujan. “Secepatnya harus segera diperbaiki agar masyarakat (pengguna kendaraan) bisa merasa aman dan nyaman saat melintas,” pungkasnya.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda