Tingkatkan Pembinaan UMKM di Pedesaan, BSN Jalin Kerja Sama dengan APEDI

Badan Standardisasi Nasional (BSN) turut berperan dalam membina UMKM agar berdaya saing, dengan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Dalam pelaksanaannya, BSN menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah dan stakeholder terkait.

“BSN telah mendampingi 600 UKM role model penerap SNI dan menyebar di Indonesia, 100 diantaranya sudah bersertifikat SNI dan sebagian telah menembus pasar ekspor. Kesuksesan mereka bisa sebagai tempat belajar,” ujar Deputi Pengembangan Standar BSN, Nasrudin Irawan saat menghadiri Deklarasi Nasional Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia (APEDI) pada Kamis (30/1/2020) di Gedung SMESCO, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota APEDI yang terdiri dari 21 DPD dan 115 DPC.

Untuk mengembangkan jangkauan pembinaan UMKM, dalam kesempatan ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara BSN dengan APEDI mengenai pengembangan serta penerapan Standardisasi dan Evaluasi Kesesuaian. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, serta Layanan Informasi BSN, Zul Amri- dalam perihal ini menggantikan Sekretaris Utama BSN- serta Presiden APEDI, M. Irfantoro. Kerja sama ini mencakup: Diseminasi informasi standar serta evaluasi kesesuaian untuk mensupport dunia usaha serta meluaskan akses pasar baik dalam negeri ataupun luar negeri, Penerapan standar mencakup fasilitasi pembinaan pelaku usaha serta lembaga penilaian kesesuaian yang terletak di desa, Pengusulan standar baik Standar Nasional Indonesia (SNI) serta standar internasional cocok dengan kepentingan nasional serta aktivitas lain yang disetujui para pihak.

APEDI merupakan perkumpulan dari pengusaha – pengusaha yang berada di Jakarta serta memiliki banyak jejaring para pelaku usaha di Desa. APEDI memiliki beberapa program yaitu Jadoel (Jaringan Desa Online), Awsem (Antar Warung Sembako Murah), Dividend (Desa Investasi dan Export Nasional), dan Demen (Desa Mandiri Energi).

Nasrudin berpesan, APEDI harus memiliki komitmen tinggi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat desa. “Untuk meningkatkan pelayanan, anggota APEDI dapat menerapkan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu,” ujarnya. Beberapa prinsip yang harus dipegang diantaranya adalah mengutamakan kepuasan pelanggan dan mengelola keluhan, melakukan perbaikan secara berkelanjutan dan mendokumentasikan kegiatan dengan baik. “Dalam waktu dekat, BSN siap melakukan sosialisasi penerapan SNI Sistem Manajemen,” pungkas Nasrudin. Dengan kerja sama ini, diharapkan BSN dan APEDI dapat meningkatkan tata kelola pemerintahan di pedesaan yang efektif, bersih dan sesuai standar, serta membantu UMKM di pedesaan dalam meningkatkan kualitas produk mereka agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda