Pembatasan kegiatan untuk menghindari penyebaran wabah covid-19 mempengaruhi realisasi pelaksanaan proyek- proyek di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan pada para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hanya boleh memperlambat kegiatan. Akan tetapi, Dwi menegaskan kontraktor tidak boleh menghentikan kegiatan atau proyek yang dikerjakan.
“Industri hulu migas selalu menjunjung tinggi kesehatan serta keselamatan kerja. Wabah covid- 19 ini harus dicermati hati- hati. Tetapi kita tidak harus menghentikan kegiatan serta wajib melakukan penangkalan.” tutur Dwi dalam keterangan resminya, Jumat, 10 April 2020.
Dampak penyebaran wabah covid-19 berpengaruh pada realisasi kegiatan pengeboran, dan menurunnya permintaan gas dari para pembeli. Penyebaran virus itu juga menghambat realisasi kegiatan operasinal lainnya seperti pelaksanaan kalibrasi alat ukur di lapangan, pelaksanaan evaluasi mutu minyak dan gas bumi, pelaksanaan lifting di beberapa titik pengambilan minyak, mobilisasi crew change pekerja dan pergerakan barang di lapangan, pergerakan material khususnya yang terkait dengan long lead item.
Akibat hambatan-hambatan tersebut, progress beberapa proyek hulu migas yang dijadwalkan onstream di 2020 menjadi lebih lambat dibanding rencana awal. Progres proyek pengembangan Lapangan Bukit Tua Phase 3 oleh PCK2L lebih rendah dari target karena rig terlambat masuk ke lokasi.
Pelambatan akibat covid-19 juga terjadi di proyek pemasangan kompresor Betung yang dilakukan Pertamina EP SF Aset 2. Proyek yang seharusnya sudah selesai, baru mencapai 69,8 persen karena terkendala oleh FAT, transportasi dan instalasi kompresor karena sebagian sumber daya manusia yang dibutuhkan pada proyek tersebut merupakan warga Malaysia dan India yang saat ini lockdown akibat covid-19.
Pengembangan Lapangan Cantik oleh Sele Raya Belida juga terhambat akibat penyebaran virus tersebut karena proses overhaul gas kompresor terhenti akibat area workshop berada di zona merah dan adanya pembatasan mobilisasi pekerja oleh pemerintah daerah.
Proyek pemasangan kompresor SKH-19 Musi Timur oleh PT Pertamina EP juga terhambat karena fabrikasi peralatan pendukung yang terlambat didatangkan dari Italia akibat terdampak Covid-19. Kasus yang sama juga terjadi di proyek pengembangan Peciko BA oleh Pertamina Hulu Mahakam yang melambat realisasi kegiatannya karena peralatan didatangkan dari daerah pandemi covid-19, Tiongkok.
Upaya penangkalan penyebaran covid-pun terus dilakukan di lapangan antara lain memberlakukan isolasi mandiri pada pekerja yang akan melakukan crew change, menyiapkan ruang isolasi serta melakukan pengecekan ketat terhadap kesehatan pekerja.
SKK Migas juga melakukan koordinasi dengan para pimpinan daerah di wilayah operasi hulu migas khususnya terkait mobilisasi pekerja dan barang. SKK Migas juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan terhadap kebutuhan mendesak pergerakan pekerja dari luar negeri yang dibutuhkan oleh industri hulu migas.
“Oleh karena itu, SKK Migas akan berupaya keras, tidak hanya operasional hulu migas yang terus berproduksi, tetapi proyek-proyek hulu migas kita jaga agar tidak berhenti. Dapat dibayangkan jika operasional hulu migas dan proyek hulu migas berhenti, berapa dampak yang ditimbulkan di industri penunjang, ketenagakerjaan serta ekonomi daerah,” tutur Dwi.
Kegiatan hulu migas tidak lagi hanya berperan sebagai sumber penerimaan negara, akan tetapi sudah menjadi pelopor ekonomi nasional dengan multiplier effect diberbagai bidang seperti ekonomi, lapangan kerja, Tingkat Kandungan Dalam Negeri( TKDN) dan lainnya. Dengan terus bergeraknya industri hulu migas maka dapat menjadi urat nadi perekonomian nasional ditengah perlambatan aktivitas ekonomi.
Pada 2019, capaian TKDN sektor hulu migas mencapai 60 persen dari nilai pengadaan barang serta jasa sebesar USD5, 929 miliar ataupun sebesar USD3, 182 miliar. Adapun sampai kuartal pertama 2020, komitmen TKDN naik menjadi 62 persen. “Bukti nyata keberpihakan hulu migas dalam menggerakan ekonomi daerah diwujudkan melalui pengadaan barang serta jasa dengan nilai sampai Rp10 miliar dilaksanakan oleh pengusaha daerah, sehingga pengusaha lokal dapat berkembang serta menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat sekitar industri hulu migas,” pungkas Dwi.
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda