Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mengatakan terdapat 14 Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang meminta menganalisis konsep kerja serta perhitungan (WP&B) tahun ini.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berkata bahwa dengan harga minyak Indonesia ataupun ICP yang rendah pada saat ini, mempengaruhi terhadap aktivitas KKKS yang sudah direncanakan tahun ini.
“Di bawah ICP US$35 per barel mulai banyak yang me- reschedule program pengembangan.” tuturnya pekan lalu.
Sementara itu, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno berkata, dalam pertemuan jarak jauh yang dicoba dengan 14 KKKS, disebutkan bahwa perusahaan minyak serta gas bumi itu membahas terkait dengan program kerja 2020 yang terpengaruh pandemi Covid-19 serta rendahnya harga minyak.
Kendati tidak menjelaskan secara perinci, kebanyakan KKKS tersebut meminta untuk merevisi target pengeboran sumur pengembangan untuk tahun ini.
“Covid-19 dan harga minyak rendah tentunya akan berpengaruh juga pada akhirnya terhadap target produksi dan lifting 2020 ini. Masih diskusi terus,” katanya kepada Bisnis, Minggu (12/4/2020).
Sebelumnya, Julius mengatakan, melemahnya harga minyak dunia di bawah level US$30 per barel akan memberikan pengaruh terhadap kinerja KKKS.
Untuk itu, pihaknya memfasilitasi dan mencoba meninjau untuk dilakukannya efisiensi besar-besaran, khususnya untuk KKKS yang memiliki biaya operasi yang tinggi.
“Kami diskusi me-review program kerja yang tidak prioritas ya langsung kami dropped,” jelasnya.
Sekadar informasi, harga rata-rata minyak mentah Indonesia atau ICP selama Maret 2020 kembali tertekan menjadi US$$34,23 per barel, lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata pada Februari 2020.
Adapun, berdasarkan formula ICP, harga rata-rata pada Maret 2020 turun US$22,38 per barel dibandingkan dengan US$56,51 pada Februari 2020.
Penurunan signifikan juga dialami ICP SLC sebesar US$ 21,40 per barel dari US$ 57,18 per barel pada Februari 2020 menjadi US$ 35,78 per barel pada Maret 2020.
Tim Harga Minyak Indonesia menerangkan, penurunan harga rata- rata ICP Maret 2020 ini sejalan dengan perkembangan harga rata- rata minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa aspek. Ada pula, faktor- faktor itu salah satunya penetapan Covid- 19 sebagai pandemi yang menyebabkan pemberlakuan lockdown di sebagian besar negara konsumen minyak mentah.
“Tidak hanya itu, travel restriction di mayoritas negara di dunia sehingga menyebabkan penurunan drastis permintaan minyak mentah secara global,” jelas Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan resminya.
Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda