Anggota ISO Berbagi Pengalaman Dorong Standarisasi

Perwakilan anggota International Organization for Standardization (ISO) berkumpul di Nusa 2 untuk memberi pengalaman serta strategi mendorong pemangku kebutuhan supaya ingin ikut serta dalam kegiatan standardisasi.

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya menilai pertemuan ini lumayan penting mengingat era bebas dalam perdagangan antarnegara seperti saat ini, menuntut andil warga yang sadar hendak pemakaian barang serta jasa yang nyaman dan berkualitas. Salah satunya terpaut barang serta jasa yang lewat lintas negara senantiasa jadi patokan penting dalam berbisnis.

“Salah satu poin terpenting dalam perdagangan antarnegara adalah adanya kesamaan standar, kesamaan bahasa, dan kesamaan aturan, sehingga setiap produk barang atau jasa yang dijual di setiap negara memberikan manfaat bagi masyarakat di negara tersebut, juga menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat,” ujarnya dalam forum Stakeholder Engagement in ISO Activities for Economic Development di Nusa Dua, Selasa (8/5/2018).

Forum Stakeholder Engagement in ISO Activities for Economic Development, khususnya dengan kehadiran Sekjen ISO diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para peserta mengenai kondisi standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia khususnya dan negara-negara berkembang pada umumnya. Selain itu, memfasilitasi peserta forum dalam menambah pengetahuan mengenai peran standar, baik itu di nasional maupun internasional.

Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi perwakilan pemangku kepentingan terutama dari produsen atau asosiasi nasional berbagi pengalaman dalam penerapan standar dan manfaatnya dalam meningkatkan mutu produk mereka.

“Dari kegiatan ini kami harapkan partisipasi stakeholder di dalam proses standardisasi dapat lebih meningkat sehingga tujuan akhir yang kita targetkan yaitu peningkatan daya saing bangsa bisa terwujud,” jelasnya.

Dia mengatakan Indonesia terus aktif dalam berbagai kegiatan dalam forum internasional, salah satunya menjadi anggota organisasi standar internasional ISO. Indomesia sudah menjadi anggota ISO sejak tahun 1954. BSN sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, merupakan satu-satunya instansi yang mewakili Indonesia dalam keanggotaan International Organization for Standardization (ISO).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan tugas dan fungsi BSN dalam melakukan harmonisasi dengan standar internasional. Salah satu kegiatannya di Indonesia adalah BSN membentuk National Mirror Committee (NMC) untuk mengkoordinasikan partipasi stakeholder dalam ISO guna memperjuangkan kepentingan Indonesia sehingga hasilnya dapat maksimal.

Hingga saat ini, Indonesia telah memainkan peranannya secara strategis di ISO, seperti menjadi anggota ISO Council periode 2018-2020; 2009-2010; dan 2005-2006, menjadi anggota dalam ISO CSC/FIN periode 2018-2020, menjadi anggota dalam ISO Technical Management Board (ISO/TMB) periode 2012-2014, menjadi anggota dalam ISO/CTFFS (ISO Council Task Force on membership fees and sales of standards) term 2009, menjadi anggota dalam RLO (Regional Liaison Officer) for East and South East Asia (period 1997 – 2000), serta menduduki Chairman of ISO Comittee for Developing Countries (ISO/DEVCO) periode 2007-2008, 2010, dan 2011-2012.

Bambang pun berharap kebijakan ISO dapat mendukung penerapan standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal ISO Sergio Mujica memberikan paparan tentang ISO dan Rencana Strategis ISO 2016-2020.

ISO adalah organisasi pengembang standar internasional terbesar di dunia. ISO didirikan pada tahun 1947 dan sekarang memiliki lebih dari 22.000 standar internasional yang mencakup hampir semua sektor dan bisnis

“Kami memiliki hubungan yang erat dengan Organisasi Perdagangan Dunia yang mengakui bahwa standar internasional ISO mengurangi hambatan teknis dalam perdagangan global,” ujar Sergio saat mengenalkan ISO kepada para peserta.

Sergio menjelaskan bahwa pilar utama dari strategi ISO adalah mengembangkan standar kualitas tinggi melalui keanggotaan ISO. Sergio pun menekankan bahwa kekuatan inti ISO adalah keanggotaannya, dan 75% anggota ISO merupakan negara-negara berkembang. “ISO sangat tergantung kepada anggotanya, contohnya BSN. BSN adalah ISO yang ada di Indonesia, yang mengidentifikasi kebutuhan pasar dan menarik ahli dan pemangku kepentingan yang relevan untuk mengembangkan standar internasional terbaik, dan menyebarluaskan standar dan mendukung pelaksanaannya,” jelas Sergio.

Qyusi Consulting | Konsultan ISO, Pelatihan ISO, Sertifikasi ISO | Konsultan SMK3, Sertifikasi SMK3 | Dokumen ISO, CSMS dan SOP. Siap Membantu perusahaan Anda dengan Proses Fleksible menyesuaikan kondisi dan kebutuhan perusahaan Anda